Biaya Haji Naik, ini Janji DPR

Ilustrasi.

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dan pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi. Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII dan Panja Kementerian Agama menyepakati komponen direct cost tahun ini rata-rata Rp35.235.602.

Biaya itu diakui mengalami kenaikan sebesar 0,99 persen atau Rp345.290 dibandingkan BPIH tahun lalu sebesar Rp34.890.312. Anggota Komisi VIII M Iqbal Romzi dapil Sumsel itu menjelaskan disepakati juga peningkatan pelayanan haji.

Seperti jumlah makan jemaah di Mekkah menjadi 40 kali meningkat dari tahun lalu sebanyak 25 kali dan di Madinah 18 kali serta menyediakan tambahan snack pagi di Pemondokan Mekkah.

“Sistem sewa pemondokan di Madinah menggunakan sistem full musim dan blocking time. Berbeda tahun-tahun sebelumnya yang hanya blocking time (sesuai kedatangan jemaah),” jelasnya usai rapat kerja dengan Menteri Agama, Senin (12/3) di ruang rapat Komisi VIII, DPR RI, Jakarta.

Lalu waktu tinggal jemaah haji di Arab Saudi selama 41 hari, alokasi kuota petugas haji Indonesia tahun 2018 sesuai ketersediaan barcode adalah sejumlah 4.100, peningkatan fasilitas di Armina diantara peningkatan kuantitas dan kualitas alat pendingin di tenda Arafah, tambahan toilet portable di Mina, pemambahan space untuk jemaah di Mina.

Juga meningkatkan pelayanan atau uografe bus masyair (bis menuju Armina), peningkatan kualitas pelayanan transportasi antar kota pethajian (upgrade naqobah) dan layanan transportasi shalawat dengan penyesuaian rasio rata-rata 450 orang per bus.

Baca Juga :  Lucky Hakim Resmi Gugat Cerai Tiara

“Peningkatan koper dan tas kabin bagi jemaah haji. Dan meningkatkan pelayanan embarkasi melalui peningkatan fasilitas sarana dan prasarana asrama haji, peningkatan kualitas katering dan layaban kesehatan di embarkasi,” jelasnya. (ran)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!