Bikin Lessa Tak Nyenyak

SINYAL BAHAYA: William Pacheho, bek Persija (kanan) sundul bola tak dapat dihalangi Striker SFC, Hilton Moreira pada laga lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi, tadi malam (16/6). Foto: Haritsah Almudatsir/JPG

JAKARTA – Oswaldo Lessa harus hati-hati. Posisinya sebagai pelatih Sriwijaya FC bisa kembali terancam lepas setelah sebelumnya terhindar dari pemecatan saat sukses kalahkan Mitra Jumat 3-1 pada 7 juni lalu.
Kekalahan 0-1 (0-1) dari Persija Jakarta di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi, tadi malam (16/6), menjadi pemicunya. Gol tunggal laga tersebut tercipta via defender Persija, William Pacheco pada menit tiga.
Kekalahan itu memaksa arsitek berpaspor Brasil tersebut harus menyiapkan racikan ajaib untuk meraih enam poin dari menjamu Perseru Serui (3/7) dan melawan Arema FC (7/7) agar bisa pimpin tim berjuluk Laskar Wong Kito di Liga 1 sampai usai.
Ini karena manajemen mentarget Lessa persembahkan enam poin saja dari pertandingan lawan Persija, Serui, dan Arema FC. Target ini disuarakan karena manajemen Sriwijaya FC belum bisa tenang meski sebelumnya menang 3-1 atas Mitra Kukar.
Mengingat, Lessa sudah banyak membuang poin. Hingga pekan ke-11 ini, Sriwijaya FC hanya mampu menang 4 kali dan kalah 5 kali serta imbang 2 kali. Catatan ini membenamkan Sriwijaya FC ke posisi ke-12 dengan 14 poin.
Kekalahan semalam juga membuat Lessa gagal penuhi targetnya sendiri selama Ramadhan. Sebelumnya dia mematok 10 poin dari empat laga selama puasa. Tapi, nyatanya dia hanya bisa koleksi empat angka dari sekali imbang lawan Madura United, menang 3-1 atas Mitra Kukar dan dua kali kalah masing-masing dari Persela Lamongan (1-2) dan takluk kepada Persija 0-1.
” Persija cepat cetak gol, itu buat kami sulit. Karena, 85 menit buat kami harus terus berlari. Skor 1-0 memang membuat bahaya. Karena seluruh pemain, stabilitas juga sudah turun, percaya diri sudah turun, itu buat kami sulit untuk memainkan bola” ujar Lessa dalam sesi jumpa pers usai laga.

Baca Juga :  Beban Realistis

“Kalau babak pertama masih 0-0 mungkin masih kita ada peluang. Bisa main biasa, tenang dan bisa menang. Beda saat kita tertinggal satu gol, pemain harus terus tambah lari dan tambah lari. Persija memang main bagus malam ini. Well, congratulation untuk Persija,” tambah mantan juru taktik Persipura ini.

Sriwijaya FC semalam main jauh dari harapan. Yu Hyun Koo dkk yang digadang-gadang mampu memanfaatkan momentum kebangkitan usai benamkan Mitra Kukar 3-1, nyatanya malah tampil kurang apik saat dijamu Persija.

Padahal, Sriwijaya FC memiliki stamina lebih fresh karena memiliki recovery lebih panjang dari Persija yang selama delapan hari memainkan tiga pertandingan. Nyatanya, permainan Laskar Wong Kito kalah beringas dibanding Ismed Sofyan dkk. Lini pertahanan Sriwijaya FC pun lebih sibuk membendung gelombang serangan dari tim Ibu Kota ketimbang mengirimkan ancaman ke kiper Persija, Andritany Ardhiyasa.
Pemain Persija merangsek memasuki pertahanan Sriwijaya FC dengan terus memberikan tekanan dari sisi kiri pertahanan Sriwijaya FC yang dikawal Zalnando. Terus ditekan, bek kiri Timnas Indonesia U-22 ini pun kerap melakukan kesalahan umpan dan salah memberikan pengawalan kepada pemain Persija macam Ismed Sofyan dan Abrizal Umanailo. Bahkan hingga menit 26 saja, Persija mendapatkan keuntungan tiga kali sepak pojok yang salah satunya mampu dikonversi jadi gol setelah sepak pojok Ismed Sofyan ditanduk Willem Pacheco ketika pertandingan memasuki dua menit.
Jika pun toh pemain Sriwijaya FC memberikan tekanan, alur serangannya tidak membahayakan pertahanan Persija. Selain mampu direbut kembali bola oleh pemain Persija, tebasan-tebasan pemain pertahanan Persija juga efektif menghentikan alur bola yang berujung set piece bagi Sriwijaya FC.
Sayang tiga sepak pojok dan tiga tendangan bebas di babak pertama yang dieksekusi Tijani Belaid tak menghasilkan gol. Demikian juga di babak kedua. Sejumlah peluang dari sepak pojok dan tendangan bebas juga gak bisa dimanfaatkan penyerang berpaspor Tunisia ini berikan umpan yang memanjakan rekannya.
Berbagai upaya dilakukan juga mentok. Sebaliknya malah Persija menghujani tembakan ke gawang Persija melalui Bruno Lopes dan Luis Junior secara bergantian. Beruntung Sriwijaya FC punya kiper Teja Paku Alam. Aksi penyelamatannya mampu hindarkan Sriwijaya FC dari kebobolan banyak gol.
“Sebenarnya sebelum pertandingan kita sudah tahu, siapa harus pegang siapa. Tetapi, kita memang ada salah di sisi kiri, membiarkan bola terus mengalir ke area kotak pinalti. Pemain tinggi jika sudah masuh kotak pinalti tentu berbahaya, harusnya kita man to man,” terang dia.
Sementara itu bek kiri Sriwijaya FC, Zalnando mengaku bersalah tidak mampu meraih hasil maksimal. “Kita minta maaf pada suporter, karena gagal memetik hasil maksimal malam ini. Semoga pertandingan kedepan, kita bisa lebih baik lagi,” tandas dia.
Pada laga tadi malam Hilton Moreira dapat kartu kuning pada menit 57. Dengan demikian total penyerang Brasil itu sudah bukukan tiga kartu kuning. Artinya harus absen akibat akumulasi hadapi Perseru Serui di Stadion Gelora Sriwijaya, (3/7). (kmd/cj11/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!