Bina 7 Anak dari Pelaku Teror

Idrus Marham

JAKARTA – Menjelang maghrib kemarin (12/6), tujuh anak dari pelaku aksi terorisme di Surabaya dan sekitarnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka selanjutnya menjadi penanganan Kementerian Sosial (Kemensos).
Ketujuh anak itu tiga di antaranya laki-laki dan empat sisanya perempuan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Mensos Idrus Marham bersama jajaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Idrus mengatakan, rentang usianya beragam. Mulai dari paling kecil enam tahun sampai paling besar 15 tahun.
“Sekilas kondisi mereka sudah baik. Kami buka bersama, duduk di lantai. Ada yang tertawa-tawa,” kata Idrus. Dia juga sempat memberikan motivasi supaya anak-anak itu kembali bersemangat menjalani kehidupan. Sebelum dipastikan serah terima dari Polda Jawa Timur ke Kemensos, lanjut Idrus, anak-anak tersebut ada yang lebih dahulu menjalani perawatan. Sampai dipastikan kondisinya baik, baru diterbangkan ke Jakarta. Penerbangan mereka menggunakan pesawat umum.
Untuk selanjutnya anak-anak tersebut berada di mana, Idrus tidak bisa menyampaikan. Yang pasti di dalam tanggung jawab Kemensos, serta ditempatkan di fasilitas yang sangat layak. Dia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo meminta anak-anak korban ledakan maupun anak-anak dari pelaku peledakan adalah sama-sama korban. Harus ditangani dengan manusiawi.
Tahap pertama, sebut dia, mengatakan anak-anak tersebut akan menjalani penyesuaian dengan lingkungan barunya. Kemudian akan mulai dilakukan upaya pengikisan paham-paham radikalisme yang sebelumnya ditanamkan oleh orang tuanya. Kemudian jangka panjang anak-anak itu tetap berhak mendapatkan akses pendidikan sehingga menjadi pribadi yang mandiri.
“Proses ini butuh waktu. Bahkan sampai satu tahun, saya tidak bisa pastikan,” tuturnya. Idrus juga menegaskan anak-anak tersebut tidak berstatus tersangka kasus terorisme. Anak-anak ini juga tidak akan dilibatkan dalam persidangan, karena tidak tahu apa-apa. Idrus menjelaskan anak-anak ini adalah korban dari jaringan terorisme. (wan/byu/deb/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!