Bintara Polda Sumsel Ditangkap di Bengkulu

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

BENGKULU – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkulu Selatan menggagalkan peredaran 1 kg sabu. Dua orang yang diduga kurirnya ditangkap. Mereka tercatat sebagai warga Palembang.
Bahkan, informasinya salah seorang tersangka merupakan oknum polisi di jajaran Polda Sumsel. Penangkapan keduanya di jalan lintas Manna-Palembang, Kecamatan Ulu Manna, Bengkulu, Minggu (11/2) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kedua tersangka naik mobil Avanza. Dalam penggeledahan, ditemukan sekitar 1 kg sabu senilai Rp1,4-1,8 miliar di dalam mobil tersebut. Kedua orang itu dibawa ke kantor BNNK Bengkulu Selatan, lalu dipindahkan ke BNNP Bengkulu.
Terungkap, kalau salah seorang dari mereka polisi Polda Sumsel. Yakni Bripda MS, anggota Dit Sabhara. Diduga, dia berperan sebagai pengawal sepanjang perjalanan. Upah yang diterimanya dikabarkan mencapai Rp30 juta.
Rencananya, sabu-sabu itu akan dibawa ke Padang Guci, Kabupaten Kaur. Sabu merupakan pesanan dari adik salah seorang bandar sabu terbesar di Bengkulu berinisial Id. Petugas gabungan BNNP dan BNNK langsung meluncur ke Padang Guci dan melakukan penggerebekan di kediaman Id. Sayangnya, sebelum petugas tiba, Id sudah kabur.
Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Nugroho Aji MH mengakui adanya penangkapan oknum anggota Polda Sumsel dan seorang rekannya itu. Namun dia belum mau membeberkan detail kronologis maupun jumlah narkoba yang diamankan.
”Iya ada. Tapi besok ya jumpa persnya sama-sama dengan wartawan lain. Semuanya besok akan diberitahu semua, berapa banyaknya, tersangkanya dan asal barang itu,” papar Nugroho.
Adanya penangkapan oknum polisi berpangkat bripda yang bertugas di Polda Sumsel berinisial MS oleh BNNP Bengkulu dibenarkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, tadi malam.
Dia memastikan oknum tersebut memang personel Polda Sumsel. “Betul dan sudah saya perintahkan Kabid Propam untuk proses pemecatannya. Informasinya sudah tiga bulan desersi. Jadi, tidak perlu menunggu kasus narkobanya,” lanjutnya. Terkait kasus narkobanya, Zulkarnain enggan berkomentar. Menurutnya, itu akan dijelaskan BNNP Bengkulu. “Agar saya tidak salah menjelaskan,” tukasnya.
Kapolda menegaskan, tidak akan melindungi anggotanya yang terlibat narkoba. “Jika terbukti nanti sebagai pengedar dan dihukum, akan saya lakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat, red),” ujar Zulkarnain. Dia memastikan akan menyikat semua oknum polisi yang bermain atau ikut terlibat dalam peredaran narkoba. “Kita sikat bersama,” sambungnya.
Terpisah, jajaran Satres Narkoba Polres Prabumulih mengamankan Brigadir H, seorang anggota Polsek Talang Ubi atas dugaan penyalahgunaan narkotika. Belum diketahui berapa banyak barang bukti yang didapatkan darinya.
“Saya belum bisa bicara banyak, silakan sama Kapolres saja,” ujar Kasatres Narkoba, AKP Ali Asri. Hanya saja berdasarkan pantauan wartawan koran ini, sekitar pukul 14.00 WIB, di duga Brigadir H keluar dari ruang tahanan sementara.
Dengan pengawalan beberapa petugas, Brigadir H yang mengenakan kemeja merah, celana jeans berwarna biru dan sendal jepit langsung masuk ke ruang unit Idik Satres Narkoba.
Di bahu bajunya basah oleh keringat. Sulit mengabadikan fotonya karena pintu ruang pemeriksaan langsung ditutup. Sementara, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman SH MH membenarkan bahwa Brigadir H anggotanya.
“Kalau nama itu memang benar anggota kita, bertugas di bagian penjagaan. Kalau masalah penangkapanya saya sendiri kurang tahu. Keseharianya memang jarang bertugas dan sering ditegur,” tukasnya.(vis/chy/ebi/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!