BKOW Sumsel dan Ikatri DPRD Sumsel Sediakan Sembako Harga Murah

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel bersama Ikatan Istri (Ikatri) DPRD Sumsel menggelar bazar Ramadan di halaman Kantor DPRD Sumsel. Foto: Irwansyah/Sumeks

PALEMBANG – Saat puasa dan jelang Lebaran, harga barang kebutuhan pokok seperti sembako cenderung naik. Untuk itu, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel bersama Ikatan Istri (Ikatri) DPRD Sumsel menggelar bazar Ramadan di halaman Kantor DPRD Sumsel. “Bazar ini berlangsung tiga hari mulai hari ini (kemarin, 5/6) hingga Kamis (7/6),” kata Ketua BKOW Sumsel Hj Tartila Ishak Mekki, kemarin.

Bazar Ramadan tersebut, lanjut dia, diikuti sekitar 100 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan home industry. Selain menjual sembako dan kebutuhan Lebaran, stan yang ada juga menyiapkan menu takjil dan kerajinan tangan dari kabupaten/kota di Sumsel. “Kita ingin dari bazar ini dapat menghidupkan perekonomian masyarakat, khususnya skala mikro, kecil, bahkan home industry,” terangnya.

Setiap tahun, tambah Tartila, peserta yang berpartisipasi meningkat. Diharapkan dengan kegiatan tersebut masyarakat lebih mencinta produk lokal atau dalam negeri. “Produk di bazar ini untuk meningkatkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Begitupun sembako yang dijual untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah,” bebernya.

Lebih lanjut Tartila menuturkan, melalui bazar tersebut pihaknya ingin meningkatkan pangsa pasar, khususnya bagi produk lokal. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. “Kita tahu di sini ada produk dari Tanjung Batu dan lainnya. Ini sebagai wadah promosi bagi UMKM. Lokasinya yang stretegis di sini sehingga bisa ramai pengunjung,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dra Musiawati Akhmad Najib menambahkan, tujuan kegiatan tersebut untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan, meningkatkan silaturahmi BKOW Sumsel, meningkatkan empati, serta mewujudkan kepedulian kepada masyarakat. “Ada sekitar 100 UMKM dan perusahaan yang ikut,” ujarnya.

Bazar Ramadan juga dimeriahkan dengan berbagai lomba. Seperti lomba Asmaul Husna diikuti 20 grup, lomba adzan diikuti 40 anak, lomba hapalan surat pendek diikuti 40 anak, serta lomba busana muslimah diikuti 29 peserta. (afi/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!