Blue Bird Boleh, Taksol Dilarang

PALEMBANG – Transportasi dalam Kota Palembang menyambut Asian Games yang akan berlangsung Agustus nanti perlahan dibenahi. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyoroti masih belum maksimalnya armada yang ada.
Termasuk sering ributnya taksi bandara dan nonbandara. Alex mencontohkan, Blue Bird tidak bisa masuk Bandara SMB II, tak jarang terjadi keributan di areal objek vital itu hanya persoalan rebutan penumpang.
“Palembang akan jadi tuan rumah Asian Games, tapi penumpang dan masyarakat belum bisa menikmati transportasi secara mudah dan nyaman di area bandara,” cetusnya, kemarin. Ia menilai ada monopoli transportasi di sana.
Padahal, ucap Alex, Blue Bird diundang untuk beroperasional di Palembang sejak 2011 lalu pada saat SEA Games. Keberadaan Blue Bierd untuk membantu transportasi dalam kota pada saat itu. Karenanya, dia berharap agar operasional transportasi di Bandara SMB II bisa ditertibkan lagi.
Kenyamanan dan keamanan penumpang jadi penting karena Bandara SMB II menjadi pintu utama masuknya wisatawan maupun atlet dan ofisial negara peserta Asian Games 2018. Karenanya, kata gubernur, perlu ada pembenahan transportasi massal yang beroperasional di sana.
“Tolong Danlanud maupun manajemen Angkasa Pura II, ditertibkan dulu. Kita boleh tegas, tapi tetap senyum,” tandas Gubernur. Selain itu, porter dan fasilitas lainnya di bandara harus ikut dimaksimalkan. Dengan begitu, akan sangat membantu suksesnya gelaran Asian Games.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus menambahkan, penyediaan transportasi massal memang menjadi kewajiban pemerintah. Namun terkadang, menyediakan transportasi yang aman dan nyaman serta mudah dijangkau menemui kendala di lapangan. “Kadang sulit diimplementasikan,” bebernya.
Khusus untuk Blue Bird, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran PT Angkasa Pura II Bandara SMB II dan Lanud. “Barusan saya konfirmasi sama pengelolanya, Blue Bird sudah bisa masuk bandara,” jelas Nelson.
Namun, untuk taksi online (taksol) masih dibatasi operasionalnya di area bandara. Itu sesuai kesepakatan bersama, beberapa waktu lalu. Boleh mengantar, tak boleh ambil penumpang dalam bandara.
Saat ini, taksol belum terdaftar di PTSP provinsi. “Baru ada 25 kendaraan yang sudah daftar dan dilakukan verifikasi dari katanya ribuan taksol yang ada di Palembang,” kata dia. Kebanyakan dari 25 taksol itu bergabung dalam naungan koperasi.
“Setelah verifikasi, akan kami kembalikan lagi ke PTSP untuk kemudian dilakukan penempelan stiker yang menandai taksol tersebut resmi beroperasional,” tutur Nelson.
Ia menambahkan, tak ada batasan waktu taksol harus mendaftar dan diverifikasi. “Yang penting, ketika kuota cukup maka pendaftaran akan ditutup,” tandasnya.
Dia memastikan hingga saat ini belum ada alat pengawasan dari Kominfo. “Kami harapkan secepatnya ada sehingga pengawasan terhadap operasional taksol bisa maksimal,” pungkas Nelson.
Terpisah, General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Bayuh Iswantoro mengakui, sudah ada kesepakatan dengan jajaran TNI AU dan Blue Bird. “Mulai besok (hari ini), taksi Blue Bird sudah boleh ambil penumpang di bandara,” bebernya.
Hal ini ditandai dengan sudah adanya konter untuk taksi Blue Bird di ruang kedatangan domestik Bandara SMB II. Saat ini, sudah ada delapan armada Blue Bird yang standby di pool taksi bandara. Bergabung dengan taksi konvensional yang selama ini sudah lebih dulu beroperasi di sana.
“Itu hasil koordinasi kita bersama. Saya pikir, ke depan tidak ada masalah lagi,” ujar Bayuh. Untuk taksol, sesuai kesepakatan sebelumnya, boleh mengantar penumpang dari luar ke dalam. Tapi tidak boleh mengambil penumpang di bandara.
Bayuh menambahkan, pihaknya sepakat dengan yang diharapkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Bandara sebagai pintu masuk Sumsel harus kondusif. Tidak boleh lagi ada kisruh antarpengemudi taksi apa pun. (yun/kms/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!