Bobot UNBK Lebih Tinggi

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Widodo MPd

Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK tahun akademik 2018-2019, akan di laksanakan akhir Juni nanti. Bagi sekolah yang memiliki memiliki website pendaftaran secara online namun bagi sekolah yang tak memilik website pendaftaran secara manual datang langsung ke sekolah.
————
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Widodo MPd mengatakan, bagi sekolah yang telah memiliki web dianjurkan pendaftaran PPDB secara online, sedangkan yang belum memiliki fasilitas bisa dilakukan manual.
“Peserta PPDB jenjang SMA/SMK, lulusan tahun pelajaran 2017/2018. dan usia tidak lebih dari 21 tahun pada 16 Juli 2018 mendatang dengan dibuktikan foto kopi kartu keluarga (kk) atau akte kelahiran,”ujarnya kemarin.
Jalur Tes ada dua Penelusuran Minat Prestasi Akademik (PMPA) dan jalur tes potensi akademik yang bakal dilaksanakan pada 25-29 Juni pendaftaran. Khusus jalur TPA, merupakan tes tertulis dengan materi berupa soal pilihan ganda, yang akan dilaksnakan pada 30 Juni di sekolah yang di tujuh.
Materi tes meliputi pelajaran SMP/MTS dengan materi pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan IPA (Fisika dan Biologi). “ Peserta didik yang dinyatakan lulus seleksi masuk berdasarkan penggabungan nilai raport semester 1-5, nilai TPA dan UN,” terangnya.
Khusus SMPN belum melaksanakan UNBK penilaian meliuputi bobot nilai raport 15 persen, nilai test 60 persen dan hasil UN 25 persen. sedangkan SMPN UNBK, bobot nilai raport 20 persen, nilai test 50 persen dan hasil nilai UN 30 persen.
“Peserta didik yang dinyatakan lulus wajib registrasi ulang. Bagi yang tidak daftar ulang pada batas waktu telah ditentukan dinyatakan mengundurkan diri. Kedepan kita akan dorong semua sekolah untuk bisa menyelenggarakan UNBK begitu juga pelaksanaan PPDB harus online,” katanya.
Mengingat kuota daya tampung terbatas, Widodo berpesan bagi para peserta didik yang tidak bisa tertampung di SMAN/SMKN segera memilih sekolah swasta. “Masih banyak SMA/SMK swasta di Palembang, tidak ada perbedaan, semua sekolah mempunyai pelayanan ingin mencerdaskan anak didiknya. Di Palembang, ada 23 SMAN negeri dan 95 SMA Swasta. sedangkan SMKN ada 9 sekolah dan 57 SMK swasta,”tegasnya, seraya menjelaskan Rombongan belajar (Rombel) SMAN/SMKN 36 siswa perkelas.
Lanjutnya, nilai UN SMP/MTs untuk Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang akan melanjutkan ke SMK terdiri dari bahasa Indonesia, Matematika, IPA. Jika terdapat nilai sama pada akhir daya tampung seleksi ditentukan oleh, perbandingan antara nilai mata pelajaran UN, dengan urutan perbandingan pembobotan nilai UN dengan urutan bahasa Indonesia, matematika, IPA, Bahasa Inggris. “Diutamakan jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan, dan usia calon peserta didik yang diutamakan lebih tua,”tandasnya.
Sementara itu PPDB jenjang SMP tahun ajaran 2018-2019, sudah laksanakan 6-9 Juni lalu dengan sistem zonasi. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM, mengatakan, PPDP jenjang SMP 30 persen sistem zonasi, 60 persen diluar zonasi (Rayonisasi) dan 10 Persen jalur Penelusuran Minat Prestasi Akademik (PMPA).
“Sekolah wajib mengalokasikan 30 persen kuota daya tampung untuk siswa/i di lingkungan sekolah masing-masing,”katanya.
Dalam aturan sistem zonasi SMP 2018 Kota Palembang tidak bisa menerapkan sistem zonasi secara penuh karena setiap siswa yang berada di sekitar sekolah akan diterima semua. Namun, pihaknya telah melaporkan kepada pihak kementerian jika menerapkan sistem zonasi sebesar 30 persen saja
“Intinya 30 persen dari total daya tampung wajib diisi siswa/i dilingkungan sekolah. Terserah mau anak tukang becak, tukang cuci, anak pejabat, kalau dia berada dilingkungan sekolah wajib diterima,”tegasnya (nni/nan)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!