Bolak-Balik 17 Ruang Periksa

TES: Bapaslon Aswari dan Irwansyah usai menjalani tes medis di RSMH Palembang, kemarin (12/1). Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Tes medis yang harus dijalani cukup melelahkan bagi bakal pasangan calon (bapaslon) peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Sumsel. Mereka harus bolak-balik memasuki 17 ruang periksa di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, kemarin.
Hari kedua pemeriksaan kesehatan, 13 pasang atau 26 orang menjalani medical check up luar dan dalam. Yakni empat pasang balongub-balonwagub, tiga pasang balonbup-balonwabup OKI, dan enam pasang balonbup-balonwabup Lahat.
Pantauan, sejak pukul 07.00 WIB, para balon mulai bolak-balik ruangan Graha Eksekutif RSMH menjalani medical check up. Mengenakan pakaian seragam pemeriksaan medis, mereka naik turun dari lantai satu ke lantai dua. Dijaga ketat petugas keamanan.
Bapaslon yang pertama kali selesai menjalani tes ialah Dodi Reza-Giri Ramanda. Keluar dari RSMH sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut Dodi, mereka menjalani tes yang cukup melelahkan, sebanyak 18 item pemeriksaan. “Tidak ada masalah. Pemeriksaan ini berjalan transparan dengan dokter-dokter yang profesional,” cetusnya.
Pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya menyusul keluar berikutnya. “Saya yakin semuanya dinyatakan sehat, tidak ada masalah,” terangnya. Sedangkan pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyuddin selesai tes medis pukul 16.00 WIB. “Saya terkejut juga, baru pertama kali mengikuti tes kesehatan di pilkada. Terutama karena aku tidak ada persiapan khusus apalagi pemeriksaan bagian dalam,” terang Yudha.
Sementara pasangan Aswari Rivai-Irwansyah Sofyan Rebuin optimis bisa memenuhi syarat kesehatan, baik psikologi, bebas narkoba dan medical check up. “”Semua ada dan lengkap,” tukasnya.
Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan RSMH dr Rizal Sanif menerangkan, pemeriksaan kesehatan mulai dari jasmani. Seperti penyakit dalam, jantung, paru-paru, mata, THT, bedah umum, bedah ortopedi, dan lain-lain. Cek lab juga ada yang wajib diikuti. Seperti fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol. Termasuk tes darah sebanyak dua kali.
“Semua calon harus melalui 17 kamar pemeriksaan di RSMH,” tegas pria yang juga menjabat Ketua IDI Sumsel itu. Pihaknya menerjunkan puluhan dokter spesialis. Mulai dari spesialis penyakit dalam, bedah ortopedi, bedah urologi, jantung, paru, mata, THT, psikiatri, gigi dan mulut, obgin, dan lainnya.
Hasil pemeriksaan kesehatan ini akan menentukan apakah pasangan calon sehat secara medis dan layak menjadi calon kepala daerah. “Yang bersangkutan (pasangan calon) diperiksa secara medis, apakah mampu atau tidak menjadi kepala daerah selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon ini nantinya akan dikumpulkan tim dokter, lalu disimpulkan. “Hasilnya kita kumpulkan dan resume-kan, agar bisa dikumpulkan pada 16 Januari ke KPU. Rapat final tim dokter akan dilakukan 15 Januari,” kata Rizal.
Dibagian lain, pemeriksaan kesehatan bapaslon sempat diwarnai aksi unjuk rasa dari Front Aktivis Merah. Mereka menyoroti pemeriksaan bebas narkoba yang dilakukan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap para bapaslon. “Kami minta pihak RSMH untuk tidak hanya melakukan tes urine dan darah. Tetapi juga tes rambut untuk seluruh calon kepala daerah,” ujar Koordinator Aksi, Duk Hery.
Bagaimana tanggapan Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Antoni P Hutabarat? Dikatakan, pihaknya hanya menjalankan sesuai aturan bahwa hanya melakukan tes urine, dan tidak melakukan tes rambut. “Kita hanya lakukan sesuai aturan, yakni memeriksa urine saja, dan rambut tidak,’ujar Antoni. Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan harus satu pintu saja yang menyampaikannya, yakni KPU Sumsel. (roz/vin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!