Bomber Harus Lebih Tajam Lagi

JAKARTA – Bhayangkara FC belum puas dengan kinerja lini depan. Mereka ingin para bomber tampil lebih menggila lagi di pertandingan berikutnya. Bagi mereka, sembilan gol yang sudah dikoleksi dari tujuh pertandingan belum menunjukkan kinerja sesungguhnya para mesin gol yang dimiliki.

“Kami ingin lini depan lebih produktif lagi dalam mencetak gol. Kurangnya produktifitas gol bisa pengaruhi kinerja sektor lainnya,” ungkap Asisten Pelatih Bhayangkara FC Yeyen Tumena.

Yeyen berharap, barisan depan Bhahangkara FC tampil meledak di Gelora Sriwijaya Jakabaring saat menantang tuan rumah Sriwijaya FC besok (12/5). Mengingat, stadion dengan kapasitas 40 ribu penonton itu sering memberikan tuah kepada perjuangan tim berjuluk The Guardian. Dua kali bertandang ke sana, anak asuh Simon McMenemy selalu berpesta gol.

Pada Indonesia Soccer Championship 2016, mereka bahkan pesta sampai empat gol tanpa balas. Kemudian di Liga 1 musim kemarin, mereka menang 2-1 di Jakabaring. Wajar jika melawan Sriwijaya FC bakal dijadikan momentum untuk mengembalikan ketajaman para striker. Sekalipun itu bukan pekerjaan mudah karena Sriwijaya FC memiliki skuad yang berbeda dengan musim sebelumnya.

Liga 1 2018, Sriwijaya FC lakukan reformasi pemain dengan mendatangkan segudang pemain pengalaman dan pelatih sarat prestasi. Dikatakan Yeyen, Bhayangkara FC selama ini hampir selaku kebobolan di setiap pertandingan ada sumbangsihnya dari performa lini depan.

Baca Juga :  Bhayangkara FC Bergairah Rebut Tiket AFC

Ya di saat para penyerang macam Nikola Komazec, Dendi Sulistyawan, Herman Dzumafo, dan Paulo Sergio, serta Vendry Mofu sering deadlock dalam cetak gol, lini belakang akan tertarik ikut menyerang. Mereka otomatis ikut penasaran maju ke depan sehingga meninggalkan lubang di belakang yang memaksa Bhayangkara harus kebobolan.

“Mengevaluasi lini depan dan belakang sebelum melawan Sriwijaya FC merupakan keharusan. Kami sering kebobolan tidak hanya karena faktor pertahanan saja. Kebobolan yang kami alami juga ada andil dari lini depan. Akibat lini depan kurang baik dalam mencetak gol, membuat lini belakang mudah dibobol lawan karena mereka penasaran ingin bantu penyerangan akhirnya sisakan banyak lubang di belakang,” jelas mantan bek timnas Indonesia ini.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!