Bos Amazon Sumbangkan Uang Rp 445 Miliar, Untuk Apa?

CEO Amazon, Jeff Bezos (Softpedia)

Pengalaman yang dimiliki orang tua pada masa lalu membuat CEO Amazon Jeff Bezos tidak segan-segan menggelontorkan dananya sebesar USD 33 juta. Uang yang setara dengan Rp 445 miliar itu disumbangkan untuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak imigran.

Sumbangkan itu diberikan ke TheDream.US, Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan anak-anak imigran yang dibawa secara ilegal oleh orang tuanya di Amerika Serikat. Bersama sang istri, MacKenzie, Bezos mengumumkan sumbangannya itu secara resmi ke publik pada Jumat (12/1) lalu.

Seperti dilansir dari laman SoftPedia, Sabtu (13/1), Bezos yang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia itu menyebut, uang tersebut didonasikan untuk program beasiswa TheDream.US. Sumbangan senilai Rp 445 miliar tersebut merupakan sumbangan terbesarnya sejak peluncuran TheDream.US. pada 2014 silam.

CEO Amazon, Jeff Bezos
CEO Amazon, Jeff Bezos (NYTimes)

Bezos menjelaskan, hatinya tergerak untuk mendonasikan uang dengan jumlah fantastis itu lantaran cerita di masa lalu tentang perjalanan hidup ayahnya yang juga seorang imigran. “Ini adalah cara saya mengingat masa lalu saya,” jelas Bezos dikutip dari laman Cnet, Sabtu (13/1).

Pendiri Blue Origin menyebut, ayahnyadatang ke Amerika Serikat saat berusia 16 tahun sebagai seorang imigran. Dulu sang ayah mendarat di negara POaman Sam itu dengan modal tidak bisa berbahasa Inggris. Dengan banyak keteguhan serta bantuan beberapa organisasi luar biasa, akhirnya ayahnya bisa menjadi warga negara yang luar biasa pula.

Baca Juga :  10 Siswa Penerima Bidiksitel Diserahkan ke Polsri

“Dia (ayahnya, red) terus berkontribusi bagi negara ini (Amerika Serikat) karena dia merasa diberkati dengan banyak cara,” tutur pemilik The Washington Post itu.

Untuk diketahui, TheDream.US bermitra dengan lebih dari 70 perguruan tinggi berbiaya rendah di 15 negara bagian. Penerimanya mendapatkan total bantuan beasiswa senilai USD 33.000 atau setara dengan Rp 445 Juta selama empat tahun untuk menutupi biaya uang sekolah, biaya buku dan biaya lainnya.

Organisasi kemanusiaan tersebut menjelaskan bahwa hampir 3.000 orang yang dijuluki sebagai ‘Pemimpi’ saat ini terdaftar di bawah program ini.

Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden AS Donald Trump, pada September 2017 lalu berniat membatalkan program Deferred Action for Childhood Arrivals program (DACA). Padahal program itu untuk melindungi anak imigran gelap yang tidak berdokumen dari kemungkinan deportasi.

Program itu dulu digagas oleh Barrack Obama, orang kulit hitam pertama yang berhasil menduduki kursi pemerintahan tertinggi di negara mayoritas kulit putih itu. Program DACA tersebut memungkinkan para imigran untuk mendapatkan izin tinggal, dokumen kewarganegaraan, dan izin bekerja.

DACA akan secara resmi berakhir pada 5 Maret mendatang. Namun seorang hakim federal di San Francisco untuk sementara memblokir keputusan. Sebab, jika program itu berakhir, maka dapat memengaruhi 800.000 kaum imigran. (*/ryn/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!