BPTP Sumsel Gelar Pelatihan Budidaya Padi Berbasis Mekanisasi

PELATIHAN: Peserta pelatihan budidaya padi berbasis mekanisasi yang dilaksanakan di Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang,Kabupaten Banyuasin, hari ini (12 /7). Foto: BPTP Sumsel for Sumeks .

PALEMBANG- Pelatihan Budidaya Padi Berbasis Mekanisasi dilaksanakan di Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, hari ini (12/7) Juli 2018. Pelatihan ini merupakan salahsatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani mengenai budidaya padi yang berbasis mekanisasi.

Ketua panitia pelatihan Budi Raharjo, STP, MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kecamatan Muara Telang saat ini telah mampu menerapkan IP 200, bahkan ada beberapa lokasi juga telah mampu melaksanakan IP 300. Namun diantara keberhasilan tersebut ada pekerjaan rumah yang menjadi poin penting di Muara Telang yaitu adanya kesenjangan hasil produksi (yield gap) diantara petani. Di kawasan Kecamatan Muara Telang, produksi padi bervariasi mulai dari rendah sampai tinggi dengan rata-rata 5 ton/ha.

Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melalui pendekatan mekanisasi. Saat ini pemerintah tengah gencar memberikan bantuan alsintan kepada petani di lahan pasang surut. Hal ini dilakukan agar lahan di lahan pasang surut lebih produktif, tanam lebih cepat, meningkatkan IP, serta mengatasi permasalahan tenaga kerja yang umumnya terjadi di lahan pasang surut. Penerapan mekanisasi di petani diharapkan tidak hanya untuk mencapai Luas Tambah Tambah tetapi juga untuk meningkatkan produksi.

Ketersediaan Alsintan di petani juga harus diimbangi dengan pengetahuan mengenai budidaya dan teknik pengoperasian alat mekanisasi. Kegiatan yang dilakukan BPTP-Balitbangtan Sumsel hari ini merupakan salah satu contoh kegiatan berupa pendampingan dan juga diseminasi untuk meningkatkan pengetahuan petani.

Pelatihan diikuti oleh 50 orang perserta yang terdiri dari Korlap Dinas Pertanian Kecamatan Muara Telang, Penyuluh, 5 Ketua Gapoktan, 6 Ketua UPJA, Ketua KTNA, 18 Ketua Keltan Desa Telang Jaya, anggota Keltan Sri Rezeki, peneliti Balai Besar Penelitian Pascapanen Pertanian serta peneliti dan penyuluh BPTP Sumsel.

Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan berasal dari Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi Bogor (Ir. Widyantoro, MP) dengan materi Budidaya Padi RAISA di Lahan Pasang Surut) serta Balai Besar Mekanisasi Pertanian (Sulha Pangaribuan STP), dengan materi Teknologi dan Pengoperasian Alat dan Mesin di Lahan Rawa Pasang Surut.

Peneliti BB Padi dalam paparannya menyampaikan hasil inovasi Balitbangtan Inovasi Teknologi Raisa (rawa pasang surut super intensif). Teknologi ini mendorong peningkatan IP 1 menjadi 2 atau 3 dalam 1 tahun. Komponen teknologi Raisa terdiri dari 9 komponen: persiapan lahan, pengelolaan tata air mikro, pengaturan cara tanam dan populasi tanaman, Varietas unggul baru (VUB), aplikasi pupuk hayati, ameliorasi dan remediasi, pemupukan berimbang berdasarkan PUTR, pengendalian OPT, mekanisasi.

Pada budidaya padi juga tidak terlepas dari penerapan mekanisasi untuk menjadikan lahan lebih produktif. Hal itu disampaikan pada paparan dari Balai Besar Mekanisasi yang menyampaikan pengoperasian transplanter, pengenalan dan pengoperasian traktor dan combine harvester.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktek pengoperasian AMATOR (atabela ditarik traktor). Peserta merespon positif terhadap pelatihan ini, tercermin dari diskusi yang cukup antusias diantara peserta dan narasumber serta partisipasi aktif selama praktek pelatihan berlangsung. (adv)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!