Broadcast Telan Rp800 M

Direktur Broadcast INASGOC Linda Wahyudi

JAKARTA – Indonesia harus membayar mahal untuk broadcast alias siaran televisi selama Asian Games XVIII/2018. Untuk menyiarkan langsung ajang elite di Asia itu, panpel Asian Games alias INASGOC harus belanjakan uang sebesar Rp800 miliar. Dana sebesar itu untuk menyewa peralatan agar peyelenggaraan Asian Games pada 18 Agustus – 2 September tahun depan Jakarta-Palembang bisa live di televisi dalam dan luar negeri selevel siaran Olimpiade.

“Kita belanjakan Rp800 miliar untuk broadcast. Kenapa sampai semahal itu? Karena kita memang tidak mampu dan memang tidak memiliki alatnya. Semua itu kita sewa dari luar negeri. Misal kamera yang dalam air, kamera yang mengikuti gerakan setiap atlet dan sebagainya. Peralatan yang dibutuhkan juga banyak, sampai 29 kontainer,” jelas Direktur Broadcast INASGOC Linda Wahyudi di Ruang Kaka INASGOC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11).

Dijelaskan Linda, selama Asian Games nanti ada 38 dari 40 cabang olahraga yang akan live. Adapun dua cabang olahraga yang tidak live, adalah bridge dan squash. Kedua cabor ini tetap akan direkam pertandingannya. Dari hitung-hitungan awal ada beberapa cabor yang menyedot cost tinggi. Seperti marathon dan balap sepeda. Kedua
kegiatan ini menyedot anggaran sampai 1 juta USD atau setara dengan Rp13 miliar karena butuh helikopter untuk mengambil gambar dari atas. Sedangkan renang bisa sampai 700 ribu atau 800 ribu USD. (kmd)

Baca Juga :  Loker Sekretariat Asian Games Hoax

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Kamis (9/11). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!