Bursa Cenderung Sepi Jelang Lebaran

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menjelang perayaan Idul Fitri diprediksi melemah. Menjelang libur panjang, pasar saham biasanya memang cenderung sepi. Namun, sepinya transaksi bersifat sementara.
Kepala Analis Universal Broker Satrio Utomo menjelaskan, hal itu didorong kebutuhan belanja masyarakat yang meningkat menjelang Idul Fitri. Terutama setelah tunjangan hari raya (THR) karyawan cair. ’’Bisa jadi karena orang lebih mengutamakan cash flow untuk hari raya,’’ katanya akhir pekan lalu.
Beberapa saham yang biasanya mencuat pada musim hari raya adalah saham perusahaan ritel, telekomunikasi, dan consumer goods. Namun, pergerakan saham-saham itu bakal kembali normal setelah hari raya. Banyak investor yang juga ambil untung pada saham-saham tersebut, terutama beberapa hari menjelang Idul Fitri.
Satrio memperkirakan kondisi pasar kembali normal sekitar seminggu setelah Idul Fitri. Saat itu investor biasanya akan kembali masuk ke pasar. Namun, dia menyarankan investor pintar memilih momentum. ’’Kalau IHSG sudah berada di bawah 5.600, barulah ambil posisi,’’ tuturnya.
Sepinya transaksi terlihat sejak pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian saham sepanjang pekan lalu menurun 13,32 persen menjadi Rp 6,96 triliun di antara Rp 8,03 triliun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian saham pada dua pekan menjelang Idul Fitri juga sudah turun 7,98 persen menjadi 265,90 ribu kali transaksi. Meski begitu, IHSG hingga pekan lalu masih mampu bertahan di zona hijau. Sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed tidak lantas menurunkan kinerja indeks.
Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengungkapkan, pergerakan IHSG pekan lalu ditutup menguat 0,85 persen menjadi 5.723,636 poin. ’’Sejalan dengan penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar menguat 0,88 persen menjadi Rp 6.241,14 triliun,’’ jelasnya. (rin/c14/sof)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!