Butuh Kado Menang

Ichsan Kurniawan. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – 23 Oktober hari spesial bagi Sriwijaya FC. Di tanggal inilah pada 2004 silam, tim berjuluk Laskar Wong Kito lahir setelah Pemprov Sumsel mengakuisisi Persijatim Solo FC.
Tepat di usianya yang ke-13, nasib Sriwijaya FC tidak mujur. Di angka keramat yang kerap diidentikkan dengan angka sial itu, Yu Hyun Koo dan kawan-kawan berjuang menghindar dari terkaman zona degradasi sepanjang waktu sampai saat ini.
Tak ingin benar-benar bernasib sial, Presiden Klub Sriwijaya FC, H Dodi Reza Alex pun punya ekspektasi. Bupati Musi Banyuasin (Muba) itu berharap Sriwijaya FC bisa menjaga nama besarnya di mana pun berada.
Termasuk saat menjadi tamu PS TNI pada laga ke-31 Liga 1 2017 di Stadion Pakansari, Bogor, besok (25/10). “Harus menang lawan PS TNI,” tegas Dodi melalui pesan WhatsApp, Senin (23/10).
Dodi menerangkan jika pihaknya sudah memasang kuda-kuda menghadapi persaingan musim depan. Pijakannya tentu apa yang tersaji di musim ini bahwa melakukan pergantian pelatih dengan mepetnya waktu persiapan kompetisi sangat riskan.
“Banyak pelajaran yang bisa diambil (dari perjalanan Sriwijaya FC tahun ini). Posisi pelatih, misalnya. Musim depan harus lebih baik dari musim ini,” tegas mantan anggota DPR RI ini.
Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan sangat paham betul dengan ekspektasi semua pihak, termasuk presiden klub. Bahkan, dia juga mengaku bertekad melakukan sapu bersih poin di setiap pertandingan. Termasuk lawan PS TNI.
Mengingat, duel sangat berpengaruh dengan posisi masa depan Sriwijaya FC di papan klasemen. Klub bertitel double winner edisi 2007/2008 ini baru 90 persen selamat dari terjangan zona degradasi.
Apalagi posisi di klasemen rentan berubah. Misal, kemenangan 1-0 Persela Lamongan atas Persib Bandung pada Minggu (22/10) memaksa Sriwijaya FC melorot satu strip ke posisi 13 dengan 38 poin.
Jika tim lain rajin produksi kemenangan, sementara Sriwijaya FC pasif dalam produksi poin maka bisa berujung petaka. Karena itu, untuk memastikan tiket Liga 1 musim depan di tangan, harus produksi poin terus di setiap pertandingan.
“Saya inginnya setiap pertandingan itu menang. Lawan siapa pun termasuk lawan PS TNI. Karena itu, saya ingin pemain menikmati pertandingan dan jangan merasa memikul beban karena kita memang masih butuh poin untuk sekadar mengamankan posisi di klasemen,” terangnya.
Melawan PS TNI, kata Hartono, lini belakang harus ekstrawaspada terhadap kekuatan tuan rumah. Terutama akselerasi pemain depan mereka. Masuknya bek Franklin Anzite meramaikan sektor penyerangan menambah bahaya tim berjuluk The Army.
Dia membuat perhatian pertahanan terpecah karena di depan juga PS TNI memiliki marquee player Elio Bruno. Sejauh ini dia sudah bukukan tujuh gol untuk PS TNI. “Harus sigap, pressing ketat, dan konsentrasi penuh. Jangan salah-salah umpan lagi,” ingatnya.
Gelandang Nur Iskandar mengaku akan bekerja lebih keras lagi untuk berikan poin kepada Sriwijaya FC. Ini karena memang PS TNI sudah berubah menjadi tim kuat setelah ganti pelatih.
Buktinya, mereka bisa menahan imbang 1-1 Arema FC dan hampir menahan imbang Bali United sebelum akhirnya kalah 1-2. “Berarti kan kekuatan mereka sama kuat. Tapi kami tetap akan berjuang membawa pulang poin dari Pakansari,” tukasnya.
Setali tiga uang dengan Ichsan Kurniawan. Gelandang asli Palembang ini tidak ingin memberikan kekecewaan di hari bersejarah klub kebanggaannya. Jika dipercaya merumput di pertandingan nanti, dia akan keluarkan kemampuan terbaik. Sekalipun, belakangan menit mainnya mulai tergerus menyusul membaiknya penampilan Manda Cingi sebagai tandem Yu Hyun Koo.
“Saya sih biasa saja. Siapa saja yang main gak apa-apa yang penting berikan yang terbaik buat Sriwijaya FC. Saya selalu semangat dan siap jika diberikan kepercayaan. Saya selalu jaga semangat dan penampilan dengan menambah porsi latihan sendiri. Kami bertekad mendapatkan tiga poin lawan PS TNI sebagai kado ulang tahun Sriwijaya FC ke-13,” tandasnya.
Kemudian Alberto Goncalves menegaskan jika dirinya sedang persiapkan kado spesial untuk Sriwijaya FC saat bertemu PS TNI. “Kadonya kita persiapkan untuk TNI. Kalau kita menang dari mereka, pasti kita tambah senang karena Sriwijaya FC baru saja berusia 13 tahun. Klub ini sangat besar meskipun usianya masih muda,” terang striker yang karib disapa Beto ini.
Tidak berlebihan jika Sriwijaya FC dituntut menang saat melawan PS TNI besok (25/10). Ini karena sejarah pertemuan kedua tim memihak tim tamu. Sriwijaya FC lebih banyak menang saat berhadapan dengan mereka. Di pertemuan pertama saja menang 2-1, kemudian di Indonesia Soccer Championship 2016 Sriwijaya FC menang 5-2 di Pakansari dan unggul 6-1 di Jakabaring. (kmd/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!