Cari Modal Penuhi Target

Syahrian Abimanyu. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Musim ini Sriwijaya FC tidak punya keinginan yang muluk-muluk. Setelah melepas delapan pemain andalan dan tim pelatih yang dikomandoi Rahmad Darmawan, manajemen tim berjuluk Laskar Wong Kito hanya minta kepada pelatih anyar, Subangkit untuk membawa Sriwijaya FC bertahan di papan tengah.
Artinya, Sriwijaya FC harus finish di peringkat 7 atau 8. Harapan manajemen itu disampaikan melalui Direktur Kompetisi Klub, Augie Bunyamin. Pelatih Subangkit menyanggupi target itu, meskipun dia belum menerima mandat langsung target tersebut dari manajemen tim.
“Saya belum ketemu manajer karena beliau masih ada urusan di Singapura. Bagi saya, target di papan tengah tidak masalah. Masih realistis,” ujar coach Subangkit. Menurutnya, dengan komposisi pemain yang ada sekarang, pihaknya masih bisa memenuhi harapan manajemen.
Saat ini, Sriwijaya FC yang sebelumnya menjadi salah satu tim papan atas berada di peringkat 11 dengan 26 poin dari 19 kali pertandingan. Poin itu hasil dari tujuh kali menang, lima kali imbang, dan tujuh kali tumbang.
Agar bisa mendekatkan ke target yang diinginkan manajemen, Sriwijaya FC harus rajin koleksi poin. Pertandingan melawan Madura United Sabtu sore nanti (11/8) bisa menjadi momentum meraih tiga poin untuk naik peringkat.
Jika menang dari Madura United, peringkat Sriwijaya
FC berpeluang terkoreksi ke posisi keenam dengan 29 poin. Tentu prediksi itu bisa berubah jika tim lainnya dalam posisi 10 besar di pekan 20 mampu memenangkan pertandingan.
Karena itu, kemenangan menjadi sangat penting. Apalagi ini partai kandang, meskipun harus bertanding di Stadion H. Agus Salim Padang. Terlebih, Sriwijaya FC baru saja menelan kekalahan dari Persib Bandung 0-2.
Sebaliknya, jika terus berada di jalur kekalahan, akan menyulitkan Yu Hyun Koo dan kawan-kawan masuk papan tengah. Mengingat, jarak poin dengan klub di bawahnya tipis. Dengan Persebaya yang satu strip di bawah hanya terpaut satu poin. Kemudian dengan Arema FC yang ada di posisi 13 berjarak 2 poin.
Adapun dengan klub satu strip di atas zona degradasi, Sriwijaya FC hanya terpaut satu kemenangan alias 3 poin. Karena Perseru Serui yang ada di peringkat 15 mengumpulkan 23 poin. Jika Sriwijaya FC terus kalah, bisa bahaya. Posisi tim kebanggan Wong Kito ini bisa melorot dan disalip rival.
Berpatokan pada sejarah pertemuan, Sriwijaya FC bakal kesulitan wujudkan mimpi amankan poin home. Itu karena Madura United sulit ditaklukkan. Pada tiga pertandingan terakhir, Sriwijaya FC tidak pernah menang. Superioritas Sriwijaya FC atas Madura United terjadi di Indonesia Soccer Championship 2016. Ketika itu, Sriwijaya FC yang dipimpin Widodo C Putro mampu menghajar Madura United dua kali dengan skor masing-masing 5-2 dan 5-0.
“Kami harus maksimalkan komposisi pemain yang ada sambil menunggu Zulfiandi dan Alberto Goncalves kembali dari timnas. Karena pemain U-19 yang promosi belum bisa diandalkan. Yang jelas kami harus terus berusaha agar bisa memenuhi target,” jelasnya.
Direktur Kompetisi Klub Augie Bunyamin menjelaskan, komposisi yang ada saat ini sudah cukup sebagai modal untuk mengunci peringkat 7 atau 8 di akhir musim. Meskipun
tidak dipungkiri ada beberapa kendala yang harus dihadapi.
Pemain tengah dan depan kurang karena Zulfiandi dan Alberto Goncalves ke timnas. Sementara Ichsan cedera. Sriwijaya FC tidak punya striker murni, hanya bisa andalkan Jalilov. “Kami tidak bisa langsung menambal kekurangan itu karena fokus kami di transfer pemain kemarin bagaimana menutup belakang. Itu yang urgent,” terang Augie.
Asisten pelatih Madura United Rasiman mengakui kepintaran Subangkit dalam meracik strategi. Dulu dia pernah sukses bersama Persekabpas Pasuruan dengan menembus delapan besar Divisi Utama. Kemudian mampu menaikkan PSIS promosi ke Liga 1. Artinya, arsitek asal Jawa Timur ini penuh pengalaman.
“Tapi tetap butuh waktu untuk adaptasi terhadap klub baru dengan suasana baru apalagi masuk di tengah kompetisi. Artinya dia tidak ada waktu beruji coba, bereksperimen, karena langsung dihadapkan dengan jadwal kompetisi. Minimal sebulan
ke depan baru kelihatan bagaiman kekuatan sesungguhnya Sriwijaya FC di tangan Subangkit,” jelas Rasiman.
Di saat yang sama, lanjut Rasiman, Madura United dalam kondisi on fire. Tim berjuluk Sapeh Kerrab belum tersentuh kekalahan di enam pertandingan sebelumnya. Setelah
takluk 0-1 dari Bhayangkara FC 7 Juni lalu, mereka langsung bangkit dengan menggasak PSMS Medan 1-0 sebulan kemudian. Dan, kemenangan atas PSMS itu membuka jalur positif
Madura United hingga pekan ke-19.
Enam pertandingan dilalui dengan tiga kemenangan
dan tiga kali imbang. Handicap yang mengantarkan mereka ke peringkat ketiga dengan modal 30 poin atau hanya terpaut lima angka dari pamuncak klasemen, Persib Bandung.
“Memang sedikit menguntungkan Madura United sendiri di peringkat tiga. Artinya kami dalam track positif. Enam pertandingan gak kalah. Melawan Sriwijaya FC akan menjadi tantangan jika mau kejar Persib kami harus menang di kandang Sriwijaya FC,” imbuhnya.
Main di tempat netral menjadi kesempatan bagi Madura United untuk rebut poin. “Tapi Sriwijaya FC juga tim
kuat dan tangguh. Semua pemain berbahaya meski baru saja kehilangan sejumlah pilar. Melawan Sriwijaya FC tidak hanya adu taktik dan strategi tapi juga adu lari untuk ambil hasil positif,” ingatnya.(kmd/gsm)

Baca Juga :  Harus Tampil Ngotot

Head to Head Sriwijaya FC v MU

07/04/2018 (Liga 1) Madura United F.C v Sriwijaya FC 3-0
22/09/2017 (Liga 1) Madura United F.C v Sriwijaya FC 3-0
27/05/2017 (Liga 1) Sriwijaya FC v Madura United F.C 0-0
14/09/2016 (ISC) Madura United F.C v Sriwijaya FC 2-5
15/05/2016 (ISC) Sriwijaya FC V Madura United F.C 5-0

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!