Cedera Tetap Dibawa

Hilton Moreira. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

MAKASSAR – Sriwijaya FC tetap menyertakan Hilton Moreira terbang ke Makassar. Padahal penyerang klub berjuluk Laskar Wong Kito ini mengalami cedera enkel kiri. Lantas apakah pemain berpaspor Brasil ini bakal dipaksa turun hadapi tuan rumah PSM Makassar pada laga ketujuh Liga 1 2017 di Stadion Andi Mattalata, Minggu (21/5)?
“Saya sudah bicara dengan dia (Hilton, red). Jika tidak memungkinkan, terpaksa dia harus tetap tinggal di Palembang. Tetapi, dia bilang ingin membantu Sriwijaya FC di laga nanti, jadi tetap saya bawa Hilton pada pertandingan ini,” ujar Oswaldo Lessa, pelatih kepala Sriwijaya FC, tiba di Makassar, kemarin.

Saat latihan terakhir skuat Jakabaring di Stadion Gelora Sriwijaya, Kamis (18/5), Hilton hanya melakukan terapi di pinggir lapangan. Meski membawa Hilton, Lessa ternyata tetap mengantisipasi kemungkinan buruk.

Jika Hilton benar-benar tidak bisa turun pemilik gelar double winner edisi 2007/2008 sudah siapkan pengganti. Lessa menambah kuota pemain away total menjadi 21 pemain, tambahannya striker muda, Rizsky Dwi Ramadhana. “Rizsky memang dibawa untuk mem-backup lini depan. Bila memang lini depan kita tidak bisa turun Hilton Moreira,” ujarnya.

Dibawanya Hilton, membuat Sriwijaya FC bakal tampil full team. Terlebih, lini tengah mereka, sudah bisa kembali memainkan gelandang muda Rachmad Hidayat, yang terbebas dari sanksi akumulasi kartu kuning. “Posisi gelandang, saya tidak khawatir. Ada banyak, seperti Manda Cingi, Rachmad Hidayat, atau Hapit Ibrahim. Jika kondisinya memang tidak siap, bisa saja Hilton tetap kita simpan,” jelasnya.

Baca Juga :  Matangkan Transisi dan Krosing

Hilton Moreira sendiri membenarkan bahwa kodisinya masih cedera dan sempat absen di latihan terakhir. Masih ada sedikit nyeri cedera, di engkel kaki kirinya. “Kalau kemarin masih ada sedikit nyeri. Jadi memang untuk menendang bola, tidak bisa. Tetapi masih ada jeda satu hari lagi, mudah-mudahan bisa benar pulih pada laga nanti,” tuturnya.

Cedera didapat, pada laga terakhir kontra Barito Putra (13/5) ini memang sempat membuatnya kecewa. Terlebih, laga lawan PSM Makassar, termasuk pertandingan berat. Juga cukup krusial untuk mental pemain di pertandingan berikut.

“Saya belum tahu apa bisa turun. Inginya tentu turun karena saya juga ingin bantu tim. Jika pelatih inginkan saya turun, saya siap saja. Kalau ada sedikit sakit, tidak masalah. Saya bisa paksakan,” tukasnya.

Sriwijaya FC harus hati-hati ketika menantang PSM Makassar. Tuan rumah sedang terluka. Mereka akan memanfaatkan pertandingan matchday ketujuh sebagai momentum kebangkitan usai di laga sebelumnya takluk 1-2 dari PS TNI di Stadion Pakansari Bogor.

“Kekalahan 1-2 dari PS TNI memang membuat kami kecewa. Apalagi kekalahan itu diwarnai kurang berimbangnya kepemimpinan wasit. Tapi kami gak mau terlalu lama larut dalam kesedihan ini. Kami harus bangkit saat lawan Sriwijaya FC,” ungkap Asisten Pelatih PSM, Imran Amirullah.

Baca Juga :  Beto Tegaskan Semua Bisa Diperbaiki Kedepan

Saat menjamu Sriwijaya FC nanti, PSM tidak bisa menurunkan pemain muda, Asnawi Mangkualam Bahar. Di empat pertandingan sebelumnya, gelandang enerjik ini menjadi tumpuan dalam memenuhi kuota tiga pemain U-22.

Kondisi ini dipercaya tidak akan menggoyahkan ambisi PSM mencari obat penawar luka. “Kami sudah bertekad, setiap laga kandang ya wajib tiga angka. Apalagi saat ini posisi kami rawan gusur setelah kekalahan dari PS TNI lalu,” tegasnya.

PSM musim ini memang superior di kandang. Setidaknya di tiga pertandingan home terakhir. Bahkan, tim sekelas Arema FC saja dipaksa bertekuk lutut usai dikalahkan dengan skor tipis 1-0 (10/5). Sementara di dua home sebelumnya tim berjuluk Pasukan Ramang menghajar Persija Jakarta 1-0 (30/4) dan menekuk Persela Lamongan 3-1 (16/4).

Titus Bonai dan kawan-kawan juga didukung rekor pertemuannya dengan Sriwijaya FC. Tiga kali menjamu Sriwijaya FC, mereka tidak pernah kalah. Saat Indonesia Soccer Champhionship (ISC) A 2016 lalu, PSM menangi pertandingan dengan skor 2-1. Kemudian dua pertemuan lagi di Indonesia Super League (ISL) diakhiri dengan hasil imbang.

Dijelaskan Imran, menghadapi Sriwijaya FC nanti anak asuhnya akan dipersiapkan mental bertandingnya. Mereka ditekankan untuk tidak terpengaruh dengan situasi apapun di luar pertandingan. Tak terkecuali pada keputusan wasit yang kadang-kadang kurang objektif dalam memimpin jalannya pertandingan.

Baca Juga :  Cepat Adaptasi

“Pertandingan lawan PS TNI lalu menjadi pelajaran bagi kami bahwa para pemain harus kuat mental dalam bertanding. Harus siap dalam kondisi apa pun. Jangan mudah terkecoh dan tetap fokus terhadap jalannya pertandingan. Apalagi, kemenangan menjadi harga mati karena ini partai home,” tegasnya. (cj11/kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!