Citra Diri di Dunia Maya

Ilustrasi.

Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaakan untuk berbagi informasi dan inspirasi tapi juga ekspresi diri, pencitraan diri dan ajang curhat bahkan berkeluh kesah. Social media seperti Twitter, Instagram, Whatsapp, Facebook, Ask.fm dan banyak lainnya ikut mewarnai fenomena sosial media yang ada saat ini. Tapi apakah kalian tahu bagaimana karakter para user social media jika dilihat dari apa yang mereka update? Menurut dailysocial.id ada 3 tipe unik yang mungkin pernah kalian temui atau alami sendiri nih. Dari beberapa poin dibawah, kalian tipe yang manakah? Yuk, simak! (yal/umy)

The Eksis Narsis

Tipe ini menggambarkan pribadi yang suka berkeluh kesah terhadap apa saja yang ditemui dan dialaminya. Media sosial sebagai media komunikasi kini telah beralih fungsi sebagai media untuk pamer ke-eksis-an diri para penggunanya lewat share foto ataupun status yang dibagikan.Sebelum diposting ke socmed, kamu pasti nggak lupa ngedit foto supaya kelihatan lebih kece. Pakai semua filter yang tersedia dan masih ditambah stiker super unyu. Belum lagi nulis caption serba wah yang ampuh membuat orang lain jadi iri. Memang benar di zaman digital seperti sekarang, personal branding jadi penting untuk ajang eksistensi. Kalian pernah melakukannya kan? Hayoo ngaku..

Baca Juga :  Situs Pemerintah Masih Lemah

The Social Splitting Personality

Kalian pasti pernah dong menemui orang yang dalam dunia nyata pendiam namun dalam tulisan di media sosialnya dia sangat kritis. Ini adalah fenomena orang yang melakukan pencitraan ulang dirinya di dunia maya yang mencipatakan citra yang berbeda dari dunia nyata karena ketidakpuasan mereka akan citra mereka di kehidupan nyata. Mereka yang tidak dapat menampilkan real-self mereka karena banyaknya tuntutan lingkungan akan melampiaskannya pada social media dan menjadi berbeda di dunia virtual.

The Balance User

Balance user disini ditujukan kepada yang mengerti batasan sejauh apa dirinya harus berkecimpung di dunia maya. Dia juga membagi rata antara kehidupan nyata dan virtualnya. Ya, balance. Dia tidak terlalu terlena dengan berbagai kesenangan yang bisa didapat di dunia maya. Orang-orang seperti ini biasanya hanya bermain sosial media sebagai selingan saja. Mungkin untuk mengisi waktu luang di tengah kesibukan atau hanya untuk kepentingan tertentu.

Generasi Z atau milenial seperti kita berharap, kalian berada di tipe seperti The Balance User ini, dimana kita memiliki kehidupan seimbang antara dunia nyata dengan dunia maya. Ya, dunia maya memang bisa membantu kalian sedikit melupakan masalah atau kejenuhan dari dunia nyata, tetapi dunia nyata tetaplah kenyataan yang harus dihadapi.

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!