Coba Suntikkan Senior

JAKARTA – Timnas Indonesia U-23 akan jalani laga revans melawan Syria. Setelah kalah 2-3 melawan Syria U-23 pada kamis lalu (16/11), hari ini Evan Dimas Darmono dkk akan kembali menantang Syria U-23 dalam balutan partai uji coba di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Jawa Barat. Mampukah Indonesia membalas kekalahan di uji coba perdana itu malam ini (live RCTI pukul 18.00 WIB)?

Dalam pertandingan ini, Pelatih Timnas Indonesia U-23 ingin melakukan eksperimen dengan memasukkan pemain senior ke dalam Timnas U-23. Percobaan ini dilakukan sebagai antisipasi memanfaatkan kuota tiga pemain senior di tubuh skuad Timnas U-23 pada Asian Games nanti. Apakah kuota itu dengan menyuntikkan pemain senior di depan, tengah, belakang, atau kiper. Beberapa skenario pun disiapkan pada pertandingan malam ini dan kontra Guyana 25 November mendatang.

Kebetulan dalam pemanggilan untuk hadapi uji coba ini, Milla menyertakan beberapa pemain senior. Di kiper ada Andritany Ardhiyasa, kemudian di posisi bek ada Fachrudin Aryanto dan Ahmad Jufriyanto. Lalu di lini tengah ada M Taufiq, Bayu Pradana, dan Andik Vermansyah. Apapun di pos striker ada Boaz Solossa dan striker hasil naturalisasi milik Bhayangkara FC Illija Spasojevic.

Baca Juga :  Menpora Tunggu Terobosan Milla

“Benar, di uji coba kedua ini kami akan mencoba memasukkan pemain senior ke dalam skuad U-23. Ada beberapa skenario yang akan kita gunakan dengan memaksimalkan kuota pemain senior. Dalam latihan sudah kita coba dan progresnya kerja sama antara pemain muda dan senior lumayan bagus,” terang asisten Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti.

Dikatakan Bima, di skuad Timnas U-23 ada beberapa posisi yang jitu penguatan. Misalkan di posisi sayap. Di pos ini akan disuntikkan tenaga Andik Vermansyah atau Irfan Bachdim. Kemudian sektor striker dengan mencoba Boaz atau Spaso. Lalu bek kiri juga butuh antisipasi back up pemain senior jika dibutuhkan. “Dengan masuknya beberapa pemain senior tentu akan mengubah permainan tim. Kami optimistis akan berbeda dan bermain lebih baik tentunya,” terangnya.

Spasojevic sendiri mengaku antusias dengan debutnya bersama Timnas Indonesia setelah kantong paspor hijau. Dia juga terkesan dengan suasana di internal timnas. Apalagi, Pelatih Luis Milla juga memberikan harapan kepadanya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik. “Tidak ada target gol. Saya gak mau egois. Jika ada teman lainnya berpeluang cetak gol maka akan saya passing. Tapi jika peluang saya lebih besar tentu akan saya eksekusi sendiri,” terangnya. “Syiria tim bagus jika melihat permainan mereka dunia ya pertama. Tapi kami tetap optimistis bisa kalahkan mereka,” lanjutnya. (kmd/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!