Cuaca Cerah saja Ada Pemadaman, Apalagi saat Hujan

TANAM TUMBUH: PT PLN bersama Dinas PJPP Kota Palembang melakukan pemangkasan tanam tumbuh di SDN 109 dan Kantor Camat Sako, Senin (11/12) lalu. FOTO: ANDRI/SUMEKS

Listrik sudah menjadi kebutuhan vital masyarakat. Hampir semua aktivitas sehari-hari dan pekerjaan membutuhkan atau perlu penerangan listrik. Tetapi harapan berbeda dengan kenyataan. Pasokan listrik sering drop dan terjadi pemadaman dalam waktu cukup lama. Masyarakat pun menjadi kelimpungan karena kesulitan melakukan pekerjaannya.
—–

Seperti dikemukakan Harmoko (27), warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dia merasa kesal karena seringnya mengalami kegelapan tanpa penerangan karena ada pemadaman listrik. Durasi pemadaman pun cukup lama, bisa lebih dari 5-8 jam. Kadang dalam cuaca cerah pun terjadi pemadaman.
“Kami mohon pemerintah cepat bisa mengambil langkah mengatasi keluhan masyarakat ini. Karena dampaknya sangat merugikan. Saya jadi tidak bisa bekerja sampai listrik hidup lagi,” kata Harmoko yang memiliki usaha pertukangan kayu ini, kemarin (15/12).
Senada dikatakan Nawi (46), warga Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Menurut dia, desanya juga mengalami yang sama. Hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik tanpa tahu penyebabnya.
“Kalau kami di sini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika listrik sudah padam. Karena sudah rutin hampir setiap hari. Padahal saya rutin membayar listrik,” imbuhnya.
Budi Alamsyah, warga Kelurahan Kayu Are Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, juga mengeluh dalam beberapa hari terakhir ini seringkali terjadi pemadaman listrik hingga tiga kali sehari. “Sering padamnya, bisa tiga kali. Sampe bingung bisa sesering itu,” sebutnya.
Biasanya, kata dia, pemadaman terjadi saat angin kencang atau saat hujan. “Kalau seperti itu biasanya memang listrik padam,” imbuhnya. Tapi sekarang ini, lanjut dia, dalam kondisi cuaca bagus pun ada pemadaman. “Harusnya ada pemberitahuan. Karena tidak seperti biasanya. Kapan lah kami ini bisa nyaman menikmati terangnya listrik dalam waktu lama,” tuturnya. Karena, Budi mengaku, dirinya rutin membayar tagihan tiap awal bulan.
Frans Handoko, manajer PLN Rayon Pangkalan Balai, ketika dihubungi kemarin menjelaskan, beberapa waktu yang lalu ada masalah seperti pohon tumbang di beberapa lokasi, sehingga terjadi pemadaman. Mengenai adanya pemasangan jaringan pipa gas tidak terlalu berdampak. Hanya saja kabel sambungan rumah yang terganggu dan itu sudah dilakukan pemindahan.
Sementara di wilayah Kabupaten Empat Lawang, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi, listrik masih sering padam terutama menjelang malam. “Kami pernah mengalami empat kali, dari pagi hingga sore. Tapi yang sering saat jelang Magrib,” ujar Eva, salah satu ibu rumah tangga di Tebing Tinggi.
Dirinya kesal dengan byar pet yang tidak pernah bisa diatasi hingga sekarang. Padahal Kabupaten Empat Lawang sudah berusia hampir 11 tahun dan hingga sekarang gardu induk (GI) di Talang Gunung belum juga beroperasi. “Cuaca cerah saja masih sering mati lampu. Apalagi sekarang sering hujan dan angin, mati lampu tambah parah,” cetusnya.
Sebelumnya, Manajer PLN Rayon Tebing Tinggi, Hendri Kurniawan, mengatakan, listrik padam mendadak di kawasan Tebing Tinggi disebabkan tanam tumbuh mengenai jaringan listrik. Untuk di Tebing Tinggi jaringan listrik masih disuplai dari Lahat dan Lubuklinggau. “Jaringan dari Lahat ke Tebing maupun dari Linggau ke Tebing cukup panjang. Jaringannya juga berkelok dan banyak pohon di sekitar jaringan. Itulah yang menyebabkan padamnya listrik,” kata Hendri seraya menambahkan, di Kabupaten Empat Lawang sudah ada GI. Namun sampai sekarang belum beroperasi karena terkendala a tapak tower di daerah Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Lain lagi yang dikatakan Dani (37), warga Jl Demang Lebar Daun, Palembang. Dia mengaku, sejauh ini tidak ada kendala berarti terkait pemadaman listrik. Kalaupun ada pemadaman, biasanya tidak lama, sekitar 2-3 jam saja. “Sudah 3 minggu ini kampung kami tidak ada pemadaman. Apalagi sampai lebih dari 4 jam. Apalagi di jalur tempat tinggal kami sederet dengan perkantoran. Jadi jarang pemadaman listrik yang lama,” bebernya.
Kalaupun ada pemadaman, Dani mengaku, biasanya warga sudah antisipasi dengan memasang lampu emergency. Kalaupun padamnya lama, dirinya menggunakan genset yang sudah disiapkan. “Yang susah itu kalau lama dan tidak pemberitahuan. Kalau sudah begitu, biasanya hidupkan genset. Cuma kita minta, ke depan jangan lagi ada pemadaman. Apalagi mau menyambut Asian Games nanti. Malu kita sebagai tuan rumah, pas lagi tanding lampu tiba-tiba mati,” tegasnya.
Terpisah, (Plt) Manajer Humas dan Hukum PLN WS2JB, Rosmalina, menuturkan, terjadinya pemadaman yang cukup sering dalam beberapa hari terakhir karena ada enam pekerjaan perbaikan yang harus dilakukan PLN. Di antaranya pekerjaan ROW di beberapa penyulang, penggantian Annunciator TD-2 30 MVA GI Seduduk Putih, dimana 5 penyulang terpaksa dimanuver sehingga dilakukan pemadaman. Selain itu, ada penyambungan SUTM dan Gardu di Stasiun LRT Jakabaring GT8.
“Kami juga ada pekerjaan integrasi scada UPB di GI Sei Kedukan. Selain juga pemasangan Relay Defense Schame dan Commissioning TD-1 60 MVA di GI Betung dan Up Rating konduktor di Tugu Mulyo,” jelasnya.
Keenam pekerjaan tersebut, sambung Rosmalina, membuat PLN terpaksa harus melakukan pemadaman. “Karena itulah, suplai listrik di sejumlah wilayah harus dipadamkan,” ujarnya.
Selain keenam pekerjaan tersebut, ungkap dia, beberapa instalasi di GI Boom Baru juga mengalami kerusakan. “Beberapa peralatan mengeluarkan asap sehingga terpaksa dilakukan pemadaman trafo 1. Proses manuver beban yang menyebabkan pelanggan mengalami pemadaman,” ungkapnya. Tapi mengenai ada pemadaman 2-3 kali sehari, lanjut dia, pihaknya akan mengecek lagi. “Saya belum tahu juga. Tapi nanti akan dicek ke bagian masing-masing,” pungkasnya. (ebi/sid/qda/eno/afi/kos/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!