Daihatsu Indonesia Masters Ajang Tolok Ukur Asian Games

Skuat bulutangkis Indonesia. foto: kumaidi sumeks.co.id

JAKARTA – Cabang olahraga bulu tangkis diharapkan menyumbang emas di Asian Games 2018. Karena itu, para atlet diharapkan bisa adaptasi dengan besarnya ekspektasi publik tersebut ketika berjuang pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Salah satu adaptasi melawan beban juara itu akan dilakukan saat para pejuang olahraga Indonesia turun di Daihatsu Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada 23-28 Januari.

Di kejuaraan ini, para bintang bulu tangkis dunia ambil bagian. Di sektor tunggal putra, ada pemain level 10 besar seperti Chen Long (China), Srikanth Kidambi (India) hingga Victor Axelsen (Denmark). Di tunggal putri ada Carolina Marin (Spanyol), Pusarla Sindhu (India), Tai Tzu Ying (Taiwan), dan Sung Jo Hyun (Korsel).

Sementara Indonesia menurunkan pemain terbaiknya untuk menjaga asa meraih juara. Di tunggal putra, ada Jonatan Christie, Anthony Ginting, danTommy Sugiarto. Sedangkan di tunggal putri ada Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Kemudian di ganda putra, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan para pelapisnya seperti Berry Angriawan/Hardianto serta Fajar Alfian/Rian Ardianto jadi tumpuan. Sementara di ganda putri, ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu lalu Anggia Shita Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara/Rizki Amelia Pradipta. Adapun di ganda campuran ada pasangan senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juga sejumlah pasangan baru macan Debby Susanto/Ricky Karanda Suwardi, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani hingga Gloria Emanuelle/Hafiz Faizal.

Baca Juga :  Beatrice Gumulya Terhenti di Babak Kedua

Ketua Pelaksana Daihatsu Indonesia Maters 2018, Achmad Budiharto menjelaskan, status kejuaraan ini adalah Road to Asian Games 2018. Bukan test event Asian Games. Jika test event, berat diongkos karena tidak boleh pakai sponsor. “Yang pasti perubahan Indonesia Masters yang sebelumnya berada di level Grand Prix Gold, naik ke level dua grade empat yang setara Superseries akan membuat persaingan sangat ketat. Kejuaraan ini bagus sebagai ajang pembuktian para pemain Indonesia untuk menghadapi kerasnya kompetisi sepanjang tahun 2018,” terang Budiharto pada sesi jumpa pers di Jakarta, Senin (22/1).

Dikatakan pria yang juga Sekjen PP PBSI ini, karena statusnya road to Asian Games, kejuaraan ini juga berfungsi menguji Istora. Venue ini terakhir kali dipakai untuk selenggarakan turnamen internasional pada 2016, setelah itu direnovasi untuk keperluan Asian Games. “Kejuaraan ini juga menguji kesiapan venue Asian Games. Mulai dari tiupan angin, lighting, dan sebagainya,” ucapnya.

Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir mengklaim sudah siap tempur. Dia tidak mau terjebak pada beban juara yang harus dipikul saat main di depan publik sendiri. Sekalipun, selama main di.Istora pebulutangkis Indonesia sulit naik podium juara.

“Kami kemarin mampu akhiri tren gak juara di Indonesia Open 2017. Kami tahu saat itu main di Jakarta Convention Center. Tapi jangan lupa, Istora juga baru saja direnovasi. Suasana menjadi baru. Jadi suasananya akan beda dengan dulu,” tegas pasangan Tontowi Ahmad di ganda campuran ini.

Baca Juga :  Lawan Kampanye Hitam Sawit, Apindo Sumsel Surati Presiden

Pebulutangkis ganda putera Kevin Sanjaya juga tertantang berikan yang terbaik di kejuaraan nanti. Bahkan, dia berambisi akan memanfaatkan Indonesia Masters 2018 ini sebagai pembuka sukses selama 2018. “Pastinya kami ingin berikan yang terbaik saat main di Indonesia. Semoga kejuaraan ini menjadi saka yang baik pada tahun 2018 ini. Main di depan publik sendiri menjadi motivasi tersendiri bahkan kami ingin setidaknya menyamai rekor 2017 (juara di tujuh superseries),” tukas Kevin.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!