Dana Sisa Rehabilitasi Lapangan Butuh Proposal Baru

BIMTEK: Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Bantuan Pemerintah Berupa Pembangunan dan atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga, dii Kantor Dispora Batam Senin (7/5). Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Kemenpora siap menyalurkan 30 persen sisa dana rehabilitasi lapangan olahraga yang masih nyangkut untuk 526 desa seluruh Indonesia. Penyaluran baru bisa dilakukan tahun ini karena dananya masuk dalam anggaran 2018. Ini adalah bagian akhir dari kerja Kemenpora terkait pemberian bantuan dana untuk pembangunan atau rehabilitasi lapangan olahraga di desa-desa.

“Ini merupakan dana carry over 30 persen dari program bantuan Kemenpora tahun anggaran 2017. Kalau mereka mau mengambil anggaran tersisa, maka mereka harus membuat proposal baru untuk tahun 2018,” ungkap Plt Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Kemenpora Yuni Poerwanti dalam acara Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Bantuan Pemerintah Berupa Pembangunan dan atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga, dii Kantor Dispora Batam Senin (7/5).

“Sebelumnya kita telah menyelesaikan dengan cara datang ke daerah, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan, Palembang, dan Makassar,” lanjutnya.

Yuni Poerwanti yang juga Staf Ahli Menpora Bidang Politik menjelaskan, untuk keperluan dana rehabilitasi dan atau pembangunan lapangan olahraga di 526 desa, Kemenpora harus menggelentorkan dana sekitar Rp26 miliar. Rinciannya, untuk lapangan sepakbola mendapat bantuan dana Rp185 juta, lapangan futsal Rp170 juta, panjat dinding Rp145 juta, lapangan bulutangkis dan lapangan voli Rp100 juta.

Nah, Kemenpora sengaja menggelar Bimbingan Teknis ke daerah agar para kepala desa kenal dengan para pemangku kebijakan di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga :  Di Blitar, Peserta Kirab Pemuda Diminta Teladani Bung Karno

Para kepala desa senang dengan kabar baik ini. Salah satunya adalah Kepala Desa Nagari Sungai Pulau Sumatera Barat Pudjiono. Ini karena mereka segera bisa selesaikan tugasnya merenovasi lapangan. Sebab, dana 70 persen yang diterimanya pada 2017, hingga kini masih berupa gundukan tanah dan barang-barang material. Itu pun awalnya dana tersebut diperoleh dengan cara pinjaman. Rencananya, lapangan desa seluas 1,5 hektare yang merupakan lahan gambut, berupaya dijadikan lapangan sepakbola lengkap dengan tribun mini.

“Jelas saya senang karena lapangan sepakbola di Nagari Sungai Pulau bisa segera dibangun dan pinjaman bisa segera dilunasi. Saat itu saya berani meminjam karena
anggaran yang 70 persen datang di akhir tahun. Kemudian yang meminjamkan atau membantu kami adalah orang yang sudah kami kenal dan selama ini selalu menolong
kami,” jelas Pudjiono.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dispora Batam Khusrini berterima kasih kepada Kemenpora yang telah memberikan kepercayaan kepada Batam sebagai tempat digelarnya Bimbingan Teknis terakhir.

“Diharapkan acara Bimtek ini bisa dijadikan pelajaran berharga untuk semua kepala desa dalam membuat laporan pertanggungjawaban keuangan sehingga tak merepotkan diri mereka sendiri. R3habilitasi lapangan olahraga ini juga diharapkan bisa menyehatkan masyarakat Indonesia,” terang Kusrini.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!