Delegasi Tanam 100 Pohon Lokal

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, bersama delegasi dari 27 negara mengunjungi kebun plasma nuftah dan demplot restorasi lahan gambut di kawasan Jl Sepucuk, Kayuagung, OKI, Sumsel. Foto: Kris Samiadji/Sumeks

KAYUAGUNG – Para delegasi yang mengikuti The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable melakukan penanaman pohon lokal seperti ramin dan jelutung. Jumlahnya 100 batang. Penanaman di wilayah Sepucuk OKI tersebut menjadi momen monumental lantaran akan diadopsi oleh masing-masing delegasi.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Bupati OKI, H Iskandar SE, mengungkapkan bahwa rangkaian Bonn Challenge di Sumsel kali ini menjadi sorotan dunia. Apalagi, wilayah OKI telah memiliki upaya restorasi gambut. Yakni dengan adanya kebun plasma nutfah dan demplot restorasi lahan gambut di kawasan Jl Sepucuk, Kelurahan Kedaton, OKI.

“Kami memberikan contoh kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik,” ungkap Alex. Sementara itu, Bupati OKI H Iskandar SE menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan para delegasi Bonn Challenge dari 27 negara tersebut.

OKI yang luas wilayahnya sekitar 19 ribu kilometer persegi terdiri dari 75 persen lahan gambut atau rawa-rawa. Bersama Balai Penelitian Kehutanan Kementerian Kehutanan RI, sejak tahun 2009 telah dilakukan upaya restorasi lahan seluas 20 hektare.

Lokasinya di atas lahan yang pernah mengalami kebakaran hebat pada 2006 tersebut. Lalu dimulai penanaman sejak 2011, bekerja sama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO). “Melihat realitas itu, maka salah satu upaya terbaik adalah mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Baca Juga :  14 Jam, Sumsel-Bengkulu Lumpuh

Dalam waktu kurang dari enam tahun lahan gambut bekas kebakaran yang awalnya terbuka dan kosong tanpa pepohonan. Saat ini telah rimbun oleh penutupan tajuk pohon berkisar antara 50-70 persen. “Saya berharap kunjungan ini akan menjadi momen istimewa bagi kami warga OKI. Semoga pula kunjungan ini merupakan awal dari kunjungan selanjutnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Duta Lingkungan Raden Andik Jaya Prawira yang sudah keliling 33 provinsi di Indonesia dengan sepeda mengunjungi kebun plasma nutfah. Selanjutnya para delegasi juga dihidangkan makanan khas Sumsel dan OKI seperti pindang patin saat berada di pendopoan rumah dinas Bupati OKI.

Kepala Badan Litbang LHK Palembang, Ir Tabrani MM, didampingi Vikultur Balai Litbang LHK Palembang Ir Bastoni MSi, bahwa lokasi kebun plasma nutfah memiliki luas 20 ha. Jenis-jenis pohon yang ditanam tergolong jenis-jenis pohon lokal (indigeneous species) unggulan hutan rawa gambut bukan jenis pionir yang sulit tumbuh secara alami pada areal bekas terbakar,

Dua jenis yaitu ramin (gonystylus bancanus), jelutung rawa (dyera lowii), puncak (tetramerista glabra). Kemudian, perupuk (lopopethalum javanicum), meranti (shorea belangeran), klir (alseodaphne sp.); dan jenis-jenis pohon pionir hasil suksesi alami. Yaitu, beriang (ploiarum alternifolium), gelam (melaleuca leucadendron), perepat (combretocarpus rotundatus), dan geronggang (cratoxylum glaucum).

Baca Juga :  MotoGP Palembang Komitmen Sumsel di 2018

“Kami akan menunjukkan bahwa di areal gambut bekas terbakar bisa direstorasi bila dilakukan. Yakni dengan perlakuan silvikultur khusus,” ungkap Ir Bastoni MSi.
Tak hanya itu, pengembangan ke depan lokasi tersebut juga akan menjadi pusat benih pohon lokal tersebut. Sehingga ke depannya, bukan hanya di lokasi demplot namun masyarakat juga menanam pohon lokal. Apalagi pohon lokal seperti jelutung juga memiliki nilai ekonomis yang getahnya bisa menjadi bahan permen karet. (war/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!