Destinasi Wisata Palembang Dijaga Hulubalang

Wali Kota Palembang H Harnojoyo saat buka bersama persiapan HUT Palembang. foto: budiman sumeks.co.id

PALEMBANG – Wali Kota Harnojoyo melaunching Hulubalang. Pasukan terdepan penjaga destinasi wisata yang ada di Kota Palembang. Mereka direkrut dari warga sekitar yang berada dekat destinasi yang bakal menjadi andalan.

Serupa dengan Pecalang yang ada di Bali. Hulubalang ini mewakili Sumsel dan Palembang di zaman kerajaan. Mereka telah diberi pelatihan dan memiliki kemampuan untuk tak hanya menjaga, tetapi juga mampu merawat, bahkan mengiringi para wisatawan dengan informasi yang dimiliki.

“Ada lima destinasi wisata yang memiliki Hulubalang, diantaranya Pulau Kemaro, Bagus Kuning, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, dan Alquran raksasa,” kata Harnojoyo, dalam kesempatan buka bersama menyambut HUT Palembang, tadi malam (17/6).

Para hulubalang ini, di tahap awal akan menerima penghasilan serupa dengan honorer. Sampai nantinya wisata di Palembang hidup dan mampu memberi penghasilan tambahan bagi mereka.

Harnojoyo mengapresiasi gagasan yang mulanya ditawarkan oleh Dinas Pariwisata ini. Tak hanya Hulubalang, memasuki percepatan pembangunan di bidang pariwisata, Pemkot Palembang juga melaunching tagline “Palembang The City Where The Culture and River meet in Harmony. ”Pengertian mendalam secara filosofis, di mana Kota Palembang yang masuk sebagai kota tertua di Indonesia, dibelah dua oleh sebuah Sungai Musi yang melegenda. Tagline tersebut mengartikan budaya yang ada didalam kota Palembang bertemu dengan selaras dengan sungai musi.

Baca Juga :  SMAN 1 Prabumulih Juara Honda DBL Putri

“Tak hanya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Sungai musi telah memberi banyak arti bagi warga Palembang. Untuk itu, tagline ini diharapkan dapat mewakili apa yang kita telah rasakan, serta apa yang kita canangkan ke depan,” ungkap Harnojoyo.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani, tagline dan konsep Hulubalang ini akan membantu pemerintah dari segi promosi. Sebab, dengan nama tersebut Palembang juga telah sejajar dnegan kota wisata lain di Indonesia. Kini, pihaknya akan meneruskan fokus terhadap percepatan pembangunan yang tengah dilakukan.

“Setelah yang pertama branding, lalu yang kedua kita lakukan advertising di media, media luar ruang, sosmed dan sebagainya, dan terakhir selling. Kita jual wisata kita,” ujarnya. Sehingga, dengan lengkapnya tugas pariwisata ini, tak hanya penjual, tetapi pembeli dalam hal ini wisatawan akan dengan mudah mengingat palembang sebagai kota bertabur budaya yang dibelah Sungai Musi. (aja)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!