Deteksi Dini Money Politic

68
TIBA: Petugas daibantu warga sekitar mengangkut logistik Pilkada Muba, Rabu (8/2). Foto:Yudi/Sumatera Ekspres

SEKAYU – Logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) untuk enam kecamatan terjauh telah didistribusikan, kemarin (8/2). Keenam wilayah itu, Lalan, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Babat Supat, dan Lais.
“Untuk kecamatan lain akan didistribusikan besok (hari ini),” ungkap ketua KPU Muba, H Ahmad Firdaus Marvel’s SE MSi. Wilayah yang belum itu yakni Kecamatan Sekayu, Lawang Wetan, Babat Toman, Plakat Tinggi, Sungai Keruh, Batang Hari Leko, Keluang serta Sanga Desa.
Distribusi tiap kecamatan dikawal seorang polisi, anggota KPU, Paswaslih dan tim kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Muba periode 2017-2022. “Kami transparan melaksanakan semua tahapan. Mulai dari penyortiran, pengepakan hingga pendistribusian logistik ini,” jelasnya. KPU Muba telah memberitahukan perihal pendistribusian logistik itu kepada kedua paslon.
Berdasarkan surat edaran (SE) Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) dan KPU RI, pemerintah daerah (pemda) harus berpartisipasi penuh dalam pendistribusian logistik pilkada.
Khususnya, membantu pendistribusian dari tingkat PPS ke TPS. Sulitnya medan geografis di wilayah Muba kemungkinan besar akan menyulitkan dan menjadi hambatan di lapangan. “Karenanya harus dibantu pemerintah daerah hingga ke jajaran pemerintahan di tingkat terbawah,” imbuh Firdaus.
Ada 1.506 kotak suara yang didistribusikan. ”Terdapat penambahan tiga kotak suara yang disiagakan dan ditempatkan di tingkat PPK (panitia pemilihan kecamatan),” ucapnya. Pihaknya juga mendistribusikan 2.928 bilik suara dan surat suara 477.241 lembar.
“Surat suara ini sesuai jumlah DPT (daftar pemilih tetap) 464.909 orang, plus surat suara cadangan 2,5 persen,” jelasnya. Semua logistik tersebut didistribusikan ke 1.456 TPS yang tersebar di 14 kecamatan pada wilayah Muba. KPU memastikan seluruh logistik harus sudah sampai ke tingkat PPS pada H-1 pencoblosan.
Dalam pendistribusian logistik pilkada itu ke 14 PPK, KPU bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Di seluruh PPK, logistik pilkada yang tersimpan akan dijaga ketat lima personel kepolisian.
Pengawalan akan terus dilakukan hingga logistik tersebut sampai ke PPS. “Kami tindak tegas oknum yang mengganggu kelancaran dan keamanan pendistribusian logistik pilkada ini,” tandas Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha SIK.
Pihaknya juga akan menindak tegas pengacau dan perusak logistik tersebut. Termasuk memproses para pelaku money politic dalam Pilkada Muba. Semua personel dikerahkan untuk menjaga keamanan.
Polres Muba akan mendapat tambahan personel BKO dari Polda Sumsel sebanyak satu kompi. Juga BKO Dalmas pada H-1 pencoblosan. Penambahan itu bertujuan memperkuat pengamanan. “Sekitar 150 prajurit TNI pun ikut mengamankan pencoblosan nanti,” bebernya.
Ketua Panwaslu Muba, Andi Gunawan melalui Komisioner Panwaslu Divisi Pencengahan dan Hubungan Antar Lembaga, M Sigit Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengirim rekomendasi kepada KPU Muba/ Sistem distribusi logistik yang ada melibatkan kepolisian, PPK, PPS serta panwas kecamatan.
Mulai dari penyortiran, pengepakan hingga distribusi logistik. “Semua rekomendasi dilakukan KPU secara terbuka dan transparan,” imbuhnya. Panwaslu pun mengantisipasi money politik yang berpotensi terjadi di pilkada Muba.
“Kami terapkan sistem deteksi dini,” jelasnya. Dengan menyebarkan pengawas TPS, PPL serta panwas kecamatan. Pada hari pencoblosan, pengawas TPS tetap bekerja dan melakukan pengawasan. PPL berpatroli dan melakukan pengawasan ke seluruh wilayah.
“Sejauh ini, kami belum mencium adanya indikasi money politic,” tukasnya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muba, Ir David BJ Siregar menambahkan, sudah seharusnya pemkab membantu kelancaran pendistribusian logistik. ”Kita menginginkan pilkada di Muba ini berlangsung dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
Diketahui ada dua paslon (pasangan calon) dalam Pilkada Muba, 15 Februari nanti. Yakni paslon nomor 1, Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi yang diusung 11 partai politik meliputi Golkar, PAN, PDIP, PKB, PBB, PPP, PKS, Demokrat, Gerindra, Hanura, dan Nasdem. Kemudian paslon independen nomor 2, Amiri Aripin dan Ahmad Toha.
Selain fokus distribusi logistik, KPU Muba juga mengawal kampanye dan debat publik kedua paslon, Sabtu (11/2) di Gedung Dharma Wanita Sekayu mulai pukul 19.30 WIB. Debat itu akan mengusung empat tema, yakni menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, provinsi dengan nasional, memperkokoh NKRI dan kebangsaan, dan anti narkoba. Disiarkan langsung oleh TVRI regional. (yud/ce2)

Diskusi & Komentar

More News!