Deviasi Rendah, Optimistis Juni Rampung

DIPUGAR: Venue sepatu roda untuk cabor rolling skate-board di JSC yang kini tengah dipugar. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

Pengerjaan venue Asian Games 2018 di kawasan Jakabaring Sport Center (JSC) rata-rata sudah mencapai 100 persen alias rampung. Tinggal beberapa saja yang kini dalam penyelesaian.
Seperti venue voli pantai, panjat tebing, serta skateboard. Sisanya yang masih dalam pembangunan yakni fasilitas pendukung venue. Di antaranya rusunami dan pembangunan lansekap di kawasan Jakabaring Sport City (JSC).
Koordinator Venue Asian Games JSC Palembang, Aminuddin, mengatakan, progres pembangunan sejumlah venue sudah sesuai target (on schedule) yang ditentukan. Walaupun masih dilakukan pembangunan, namun dipastikan akan selesai Juni nanti.
“Penyelesaian beberapa venue dan fasilitas pendukung yang belum selesai diusahakan secepatnya. Tidak harus sesuai jadwal, tapi kalau terlambat juga tidak boleh,” tambahnya. Salah satu kendala, untuk tower 2 dan 3 rusunami tidak memiliki lahan penyimpanan dan perbaikan mobileur.
Dijelaskan Aminuddin, beberapa venue belum selesai karena pengerjaannya memang baru dimulai. Seperti tribun voli pantai yang baru dikerjakan sejak Maret. Begitu pun venue roller skate dan skateboard.
“Meski baru dimulai Maret, namun pengerjaan tetap ditarget setiap harinya. Dari laporan per minggu, dapat dilihat deviasi progres penyelesaiannya,” ungkap dia. Dari data yang dimiliki, rata-rata tingkat deviasi semua venue terbilang rendah.
Bahkan, ada beberapa pekerjaan yang melampaui target. Diketahui, penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang Asian Games 2018 pada 18 Agustus-2 September akan mempertandingkan 11 cabor yaitu menembak, dayung, kayak/kano, voli pantai, sepak bola wanita, tennis/soft tennis, triathlon, roller skate-skateboard, panjang tebing, sepak takram, dan bowling.
Pantauan koran ini, para pekerja di venue panjat dinding terus menyelesaikan pekerjaan mereka. Di antaranya ada yang memasang papan dinding, konstruksi besi, dan sarana pendukung dari pembangunan gapura, pamasangan coneblock, hingga pengerasan tanah beberapa bagian arena.
Pengawas Lapangan CV Cipta Agung, Firman, menjelaskan, khusus pengerjaan papan dinding itu progresnya terus meningkat. Faktor cuaca saat ini dirasa juga jadi kendala pengerjaan di lapangan.
Saat hujan, pekerjaan harus dihentikan. Selain berhubungan dengan listrik, juga konstruksi di atas licin. Rawan kecelakaan dan sambaran petir. Apalagi pekerjaan itu tak menggunakan crane untuk menaikkan besi konstruksi, tetapi manual dengan derek.
Demikian juga pembangunan venue skateboard. Tampak beberapa pekerja menimbun lahan dengan tanah merah dan mengerjakan arena. Sebelumnya, Vice Director Venue and Environment INASGOC, Natsir Gunansyah, menjelaskan, hasil pemantauan di Palembang, catatan mereka ada enam venue yang masih belum selesai. Tiga venue tahap finishing yaitu menembak tinggal landscape, lalu tahap finishing di landscape bowling dan rowing (dayung).
Untuk voli pantai bangun tribun VIP permanen, roller skate dan panjat tebing nunggu peralatan juga. “Semua venues harus beres Juni,” bebernya. Terkait deadline penyiapan venues diamini Sekjen Panpel Asian Games alias INASGOC, Eris Herryanto. “Kami harap venue selesai maksimal sebulan sebelum Asian Games. Ini agar kami bisa melakukan overlay untuk melengkapi venue dan mengevaluasi kekurangan venue sesuai standar. Tapi prinsipnya kami yakin semua selesai dan siap menyelenggarakan Asian Games 2018,” tandasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan venue cabang olahraga (cabor) jetski dan layar rampung pada Juni 2018. Saat ini, pengerjaan tengah dikebut untuk venue layar, jetski, squash dan padepokan silat. Berlokasi di TMII Jakarta. Sementara di Palembang, tengah dikerjakan venue skateboard.
Pembangunan venue layar dilakukan di Pantai Ancol Barat pada lahan seluas 13.890 meter persegi, sementara venue jetski di Pantai Indah Ancol dilahan seluas 27.034 meter persegi. Sementara padepokan silat, dibangun di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Venue Jetski dan Layar, Eky Arsita Rizky, mengatakan, kedua venue dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung perlombaan tingkat dunia.
Eky menjelaskan, total nilai kontrak untuk pembangunan kedua venue tersebut adalah sebesar Rp172,57 miliar. Pembangunannya telah dimulai sejak Oktober 2017 lalu. ”Saat ini, progres keseluruhan sudah mencapai 44,3 persen. Kedua venue dijadwalkan rampung pada Juni 2018,” kata Eky, kemarin (22/4).
Eky menjelaskan, venue jetski akan dilengkapi dengan gedung dan dermaga permanen yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain. Pekerjaan di venue jetski mencakup bangunan kantin dan gudang, bangunan kantor, bangunan kantor pengelola, bangunan VIP, serta dermaga jetski.
“Di negara lain biasanya mereka membuat tempat pertandingan jetski dan tribun non permanen atau sementara, hanya ketika ada pertandingan,” kata Eky. Sementara PUPR, kata Eky, membangun tribun permanen untuk penonton berkapasitas 868 orang, dilengkapi kantor pengelola, ruangan petugas, dan pit stop seperti di lomba mobil F1.
Tantangan dalam membangun venue jetski, kata Eky adalah dermaga dan pantai buatan. Ini menjadi salah satu persyaratan arena pertandingan (field of play) untuk jetski. Selain itu, masih butuh penataan kawasan sehingga akan kawasan Pantai Ancol terlihat rapi.
Selanjutnya, untuk venue layar, Eki, mengatakan fasilitasnya akan dilengkapi Floating Breakwater sepanjang 220 meter, floating jetty, parkir kontainer berkapasitas 30 kontainer, slipway, area bilas dan tap air permanen, kantor porlasi, workshop, dan area parkir mobil.
Bangunan workshop untuk kapal-kapal layar akan berbentuk seperti hangar dengan atap yang tinggi untuk menampung kapal layar yang tinggi berkapasitas 30 kapal.
“Ini Sailing Center pertama di Indonesia sebagai negara maritim. Sesuai arahan Menteri PUPR, fasilitas ini tidak hanya untuk digunakan pada Asian Games, tetapi juga untuk pengembangan olahraga air di Indonesia,” tuturnya.
Saat ini, sebanyak 78 venue dan 14 non venue disiapkan sebagai sarana dan prasarana pendukung pagelaran Asian Games XVIII Tahun 2018 di Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, 33 venue baik yang akan digunakan untuk pertandingan maupun latihan serta 10 bangunan/penataan kawasan dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
“Untuk mendukung Asian Games 2018, Kementerian PUPR bertugas membangun dan merehabilitasi venue. Untuk progresnya sudah hampir selesai semua, paling lambat Juni 2018,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang juga Ketua Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana Asian Games XVIII beberapa waktu lalu.
Basuki mengatakan Kementerian PUPR telah menyelesaikan seluruh venues di kompleks Gelora Bung Karno Jakarta, venues dayung dan shooting range dan wisma atlet Kemayoran. (kos/tau/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!