Dibagi per Zona, Supaya Adil

Pasar Cinde. Foto: Alfery/Sumeks

Hari Ini, Pengundian Lapak
Relokasi Pedagang Cinde Molor Lagi

PALEMBANG – Harapan pengembang pasar modern Aldiron Plaza Cinde, merelokasi pedagang ke tempat penampungan sementara pada 17 Juli, batal terwujud. Kembali molor diperkirakan 24 Juli mendatang. Sebab hari ini (17/7) baru direncanakan pengundian lapak tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Cinde.

Ivan, pedagang emas di Pasar Cinde, mengaku hari Minggu (16/7) banyak pedagang yang tidak berjualan. Sehingga belum mendapatkan surat undangan untuk pengundian lapak. Dia sendiri belum tahu, bagaimana sistem pengundiannya karena merasa belum tersosialisasi. “Mungkin pengundian ini tidak akan selesai dalam satu hari,” ucapnya, kemarin.

Sebab prediksinya, pemilik toko yang sebelumnya berada di depan, belum tentu mau ditempatkan di belakang. Sehingga menurutnya, itu menjadi pertimbangan dari pihak PD Pasar Palembang Jaya. “Rencana revitalisasi ini sudah sejak dua tahun lalu, baru kali ini (sibuk lagi, red). Itupun masih nanggung, tempat relokasi sementaranya sesuai,” cetusnya.
Selain lapak yang kecil, menurutnya masalah lain adalah lahan parkir.

”Kalau pasar itu, tempat parkir yang utama. Agar pengunjung bisa nyaman berbelanja,” tuturnya. Sementara Ahmad pedagang sayur mayur, berharap pedagang seperti mereka diletakkan paling depan. “Tidak mungkin di belakang, sementara pedagang besi di depan,” tukasnya.

Baca Juga :  Warga Buru Buku dan Seragam Sekolah

Mundurnya pelaksanaan relokasi pedagang Pasar Cinde ini, tak lain masih belum siapnya tempat penampungan sementara. Baru mencapai sekitar 75 persen, terutama di bagian depan masih berupa atap rangka baja ringan. Sebelumnya, Kepala Cabang PT Magna Beatum Palembang, Raimar, merencanakan pedagang direlokasi 17 Juli.

Ada 590 pedagang di Pasar Cinde, berdasarkan inventarisir yang dilakukan pemerintah. Diketahui dari lapak di tempat relokasi, masing-masing berukuran 1,5 x 2 meter dengan bentuk berhadap-hadapan. Harapannya jika pedagang sudah direlokasi dan persiapan dirampungkan, maka akan dilakukan groundbreaking pada 28 Agustus.

Mengingat terus molornya jadwal relokasi, revitalisasi Pasar Cinde ini tak akan kelar sampai pelaksanaan Asian Games 2018 pada bulan Agustus. PT Magna Beatum selaku pengembang pasar modern Aldiron Plaza Cinde, tetap akan membangun setinggi 12 lantai. Sesuai dengan built operate transfer (BOT) selama 30 tahun dengan nilai Rp225 miliar. Berdiri di lahan seluas 6.540 m2, dengan total luas lantai 44.742 m2. Terdiri 3 lantai kantor, 3 lantai parkir, 4 lantai retail, foodcourt dan pasar modern.

Sementara dalam rapat di kantor Gubernur Sumsel, Kamis (13/7) lalu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Akhmad Najib, menyebut tempat penampungan sementara pedagang dibuat di Jl Cinde Welan, Letnan Jaimas, dan depan Pasar Cinde. Terdiri kios kering sebanyak 128 unit dan kios basah 24 unit. Untuk los atau petak basah sebanyak 144 unit dan los atau petak kering 154 unit. “Ini gratis, tidak ada biaya sewa ataupun lainnya,” klaimnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Mulai Turun

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu, menyebut relokasi pedagang Pasar Cinde baru akan dilakukan pada 24 Juli. Pedagang akan akan dibagi sesuai zona. Seperti pedagang sayur, ikan, besi, pakaian, kemplang-kerupuk, dan jenis lainnya. ”Ini sudah kami atur sesuai peruntukannya,” kata dia, kemarin (16/7).

Hanya saja, pengundian harus dilakukan agar tidak terjadi keributan antar pedagang mengenai masalah lapak. Tempat penampungan sementara yang diakuinya jauh dari layak, karena sifatnya hanya sementara. Setelah revitalisasi selesai, pedagang akan mendapatkan tempat baru yang nyaman dan modern.

Untuk fasilitas listrik dan air bersih, akan segera dipasang setelah semua pedagang pindah ke tempat penampungan sementara. Mengenai tempat parkir, nantinya akan dirapatkan dengan Dinas Perhubungan.

Direncanakan, meminjam lapak di depan Bank Mandiri samping Pasar Cinde dan eks bioskop Cineplex. ”Memang cukup jauh, tapi dua tempat inilah yang direkomendasikan. Karena kalau mencari tempat lain, tidak ada lagi,” akunya. (uni/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!