Diberhentikan Status Advokat, Devi Banding

Devi (baju biru berdasi) saat menjalani sidang kode etik di sekretariat Peradi Palembang, Rabu (16/5). Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Dianggap telah melanggar kode etik profesi sebagai advokat, hari ini (16/5) dalam sidang kode etik yang dilakukan oleh Majelis Kehormatan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Palembang yang diketuai Yustianus Joni SH memutuskan advokat atas nama Devi Sepriadi SH telah melanggar kode etik.

“ Dari hasil rapat yang dilakukan oleh majelis hakim tanggal 23 Maret lalu, perbuatan Advkat Devi Sepriadi SH telah terbukti melanggar kode etik dan dipecat status keanggotaannya sebagai anggota Peradi dan mencabut status advokat serta membebankan biaya perkara sebesar RP 5 juta,” kata Yustianus Joni SH dalam sidang kode etik yang digelar di Sekretariat DPC Peradi Palembang, Rabu (16/5) sore.

Dijelaskan Yustianus, sebelum memutuskan secara bulat atas advokat Devi Sepriadi, pihaknya juga telah mempelajari semua keterangan dari para saksi dan juga pihak-pihak terkait atas peristiwa ini.

“ Hingga akhirnya pada kesimpulan akhir dan suara bulat menyatakan bersalah sudah menyalahi kode etik dengan bersikap tidak sopan dan emosional,” ulasnya.

Untuk itu, dirinya berharap dari kasus ini, ke depannya agar semua advokat yang berada di bawah naungan Peradi Palembang untuk tetap menjaga dan kode etik yang berlaku terhadap semua profesi advokat.

“Tidak ada advokat yang kebal hukum, silahkan melaporkan disertai buktinya. Sebab setiap laporan akan memiliki implikasi hukumnya,” terangnya. (afi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (17/5). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!