Dibunuh, lalu Diperkosa Kakak Sepupu, Jasad Diseret dalam Hutan

Pelaku B (15) yang tega memperkosa dan membunuh Bunga. Foto: ist

PLAKAT TINGGI – Balita, sebut saja Bunga (5), bikin heboh Plakat Tinggi, Muba. Mulanya, anak pasangan S dan A ini, dikabarkan hilang, Senin (11/6), sekitar pukul 11.00 WIB.
Kedua orang tuanya bersama warga sempat menyisir melakukan pencarian di seluruh wilayah dusunnya. Lalu mereka pun sempat mendatangi orang pintar alias dukun untuk mengetahui keberadaan anaknya.

Tak sampai di sana. Orang tua Bunga juga melapor ke Polsek Plakat Tinggi, sekitar pukul 24.00 WIB. Barulah aparat kepolisian diturunkan dan melakukan pencarian keberadaan Bunga, mulai Selasa (12/6), sekitar pukul 06.00 WIB.

Tak hanya melakukan pencarian, aparat kepolisian pun menginterogasi dan menanyai satu per satu teman Bunga. Polisi menemukan kejanggalan dari keterangan bocah berinisial B (15). B tak lain adalah kakak sepupu Bunga.

Lalu, aparat kepolisian mengamankan B dan memintai keterangan keberadaan Bunga. Dari keterangan B, polisi menemukan titik terang keberadaan Bunga. Ini terbukti, polisi menemukan sandal korban di dalam hutan.

Terus didesak polisi, akhirnya B mengaku telah memperkosa dan membunuh korban. Jasad korban dibuang disarang babi dalam hutan. Lalu, mayat korban ditutup dahan, ranting, dan daun.
Yang lebih tragisnya, jasad korban setengah telanjang tanpa celana. “Saya khilaf memperkosa dan membunuh Bunga,” kata B sedih. Mulanya, pelajar SMP ini kesal dengan Bunga yang tengah bermain di rumahnya lantaran Bunga menusuk matanya pakai jari tangannya.

Lalu, B merayu dan membujuk Bunga pergi melihat ikan ke sungai yang berada di belakang rumahnya. Setelah sampai di lokasi itu, B langsung mencekik leher Bunga pakai kedua tangan.
Akhirnya, korban tewas. Yang tragisnya, jasad Bunga diseret masuk ke dalam hutan dan sempat diperkosa pelaku. Setelah puas menyalurkan hasratnya, pelaku membuang jasad Bunga ke dalam sarang babi dan ditutupi dahan, ranting, dan daun di tengah hutan.

Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti, melalui Kapolsek Plakat Tinggi, Iptu Suventri, membenarkan pelaku telah diamankan. Pelaku dalam kondisi sehat dan tak mengalami gangguan kejiwaan.

Demi keselamatan pelaku, pihaknya menyerahkan penanganan kasus pembunuhan dan pemerkosaan balita kepada Polres Muba. “Terlebih, pelakunya masih anak-anak,” tegasnya.
Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Muba, Wahidin Sudiro Husodo, mengaku prihatin dan pilu mendengar kasus yang dialami Bunga. Terlebih, pelakunya masih bocah.

“Kita minta polisi proses hukum sesuai aturan berlaku,” ungkapnya. Hanya saja, pelaku tetap dilindungi UU lantaran masih di bawah umur. Memang, diakuinya, kasus anak masih terbilang tertinggi di Kabupaten Muba. Tercatat, ada sekitar 46 kasus anak sampai sekarang. Meliputi kasus perebutan hak asuh anak yang berhadapan hukum dan lainnya. (yud/ion/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!