Diduga Jual Anak Kandung Rp20 Juta

DIPERIKSA: Fatimah (38) diperiksa penyidik Polresta Palembang, kemarin (11/1) atas dugaan telah menjual anak kandungnya sendiri. Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang mengungkap praktik dugaan penjualan anak kandung yang dilakukan Fatimah (38). Warga Jl Aligatmir, 13 Ilir, itu ditemukan Junaidi (44), suaminya sendiri, di jalan arah Pusri, 6 Januari lalu.
Sebelumnya, Fatimah dan putrinya, Azimie (2,5) hilang, sejak 4 November 2017. Kasus itu dilaporkan ke SPKT Polresta Palembang, 7 Desember 2017. Tapi, saat membeli nasi di sebuah warung arah Pusri, Junaidi melihat istrinya.
Tapi, putrinya Azimie tidak ada bersama sang istri. Alasan Fatimah, anak mereka sudah dititipkan ke tetangga sebelah rumah. Karenanya, anggota Unit PPA memeriksa Fatimah. Dia diduga telah menjual anaknya kepada seseorang melalui perantara V.
“Kasus ini masih kita dalami,” ungkap Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kabag Humas Polresta Palembang, Iptu Syamsul Fitri, kemarin (11/1). Fatimah belum mau berterus terang tentang keterlibatannya. Dia membantah telah menjual anaknya.
Menurutnya, waktu dia hendak pergi dari rumah, sang anak dititipkannya ke tetangga sekitar rumah. “Waktu pulang, anak aku sudah digendong V dan dia memberikan aku uang Rp20 juta,” kata Fatimah.
Setelah V pergi membawa anaknya, Fatimah mengaku berusaha mencari ke mana-mana, tapi tak ketemu. Dia memutuskan tidak pulang ke rumah. Selama itu, dia di jalanan, tidur berpindah-pindah. “Uang yang Rp20 juta itu habis untuk makan sehari-hari. Kabarnya, anak saya sudah di luar kota,” cetusnya. (kms/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!