Diduga Kiper Tunisia Ini Fake Injure Agar Temannya Tak Menunda Buka Puasa

Kiper Mouez Tunisia, Mouez Hassen saat terjatuh dan diduga cedera. Foto: AFP / Fabrice COFFRINI

JAKARTA – Kontestan Piala Dunia 2018, Tunisia melakoni pertandingan persahabatan dalam satu pekan terakhir, walau di tengah puasa Ramadan. Dua laga uji coba terakhir yang dilakoni tim Afrika utara ini memang berlangsung di tengah bulan puasa. Tunisia menghadapi Portugal Selasa (29/5), lalu bertemu Turki pada Sabtu (2/6) lalu. Dua laga tersebut pun berakhir imbang 2-2.

Namun, bukan hasil akhir yang menarik dalam dua laga yang dilakoni Tunisia tersebut. Melainkan aksi unik kiper Mouez Hassen yang ‘menghentikan’ laga untuk sesaat agar bisa berbuka puasa. Mouez Hassen melakukan aksi fake injury yang membuat pertandingan harus dihentikan sementara waktu. Seusai berbenturan dengan pemain lawan, Mouez merebahkan diri di lapangan dan mendapat perawatan dari tim medis Tunisia. Insiden ini bersamaan dengan waktu berbuka puasa.

Saat itulah, para pemain Tunisia yang berpuasa segera ke pinggir lapangan untuk makan kurma dan minum air untuk membatalkan puasanya. Mouez sendiri ikut berbuka saat mendapat perawatan.

Menurut BBC, Mouez dan skuad Tunisia sudah sepakat untuk melakukan aksi tersebut saat waktu berbuka puasa sudah tiba. Tercatat, Mouez meminta perawatan pada menit 58 ketika melawan Portugal dan di menit 47 saat bertemu Turki.

Mouez sendiri mengaku benar-benar mengalami sakit saat meminta tim medis datang. Seperti yang diungkapkan di akun Twitter pribadinya, Mouez berkata,”Saya memang merasakan sakit.” Namun dengan imbuhan emoticon tertawa.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Asosasi Sepak Bola Tunisia soal aksi sang kiper. Namun, Mouez tampaknya bakal menjadi sorotan saat bertemu Spanyol pada Sabtu (9/6) nanti. Pasalnya, laga pada akhir pekan nanti masih tetap berlangsung di bulan Ramadan. Sementara untuk laga di Piala Dunia nanti, Mouez tidak perlu repot-repot berpura-pura cedera. Karena saat melakoni laga di Grup G melawan Inggris pada 18 Juni nanti, Ramadan sudah usai. Selain Inggris, Tunisia satu grup dengan Belgia dan Panama. (adw/jpc)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!