Dihipnotis dalam Angkot

LAPOR: Korban hipnotis saat melapor ke SPK Terpadu Polresta Pelambang. Foto:Dian/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Kriminalitas jenis hipnotis sesekali masih terjadi. Korbannya kali ini, Ratna (50), warga Rambutan, Banyuasin. Dia kehilangan uangnya Rp2,5 juta dan mendapat ganti 3 suku kalung emas palsu.
Tak terima dengan kejadian itu, korban melapor ke SPK Terpadu Polresta Palembang, kemarin (14/7).
Kepada petugas SPK, korban mengaku awalnya naik angkot jurusan Plaju- Merdeka, sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam angkot, ada dua orang pria yang dikiranya penumpang. Tiba-tiba saja, salah satu dari kedua pria itu cerita baru saja membunuh seseorang yang sudah memperkosa tunangannya.
“Katanya, untuk melarikan diri, dia butuh modal,” kata korban. Lalu, pria itu pun menawarkan kalung berwarna kuning seberat 3 suku. “Dia memohon kepada saya untuk membeli kalung emas itu Pak. Beratnya 3 suku lengkap dengan suratnya,” tutur korban.
Karena kepepet, kedua pria itu hanya menjual kalung tersebut seharga Rp2,5 juta. “Saya awalnya tidak mau pak. Tapi, entah kenapa tiba-tiba setuju dan memberikan uang Rp2,5 juta itu,” tambahnya. Setelah menerima uang itu, kedua pria tersebut turun dari angkot.
Sedangkan korban langsung pergi ke toko emas sesuai yang tertera di surat pembelian kalung tersebut. Setelah dicek, ternyata kalung itu palsu, bukan emas. “Saya berharap pelakunya bisa ditangkap Pak,” cetusnya. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, melalui Kasatreskrim, Kompol Yon Edi Winara, membenarkan adanya laporan tersebut. “Akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (chy/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!