Dilayani 10 Puskesmas

Kepala Dinkes Kota Palembang dr Hj Letizia MKes

PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, meningkatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi jemaah calon haji (JCH) 2018. Dari sebelumnya hanya menunjuk lima puskesmas, tahun ini ditambah lima puskesmas lagi yang akan melayani JCH.
Diketahui, tahun-tahun sebelumnya hanya lima puskesmas yang ditunjuk, yakni Puskesmas Dempo, Merdeka, Pembina, Sekip, dan Sematang Borang. ”Tahun ini ditambah Puskesmas Kampus, Kertapati, Sukarami, Plaju, dan Kalidoni,” terang Kepala Dinkes Kota Palembang dr Hj Letizia MKes, usai rapat evaluasi dan sosialisasi kesehatan jemaah haji, kemarin.
Dijelaskan, pemilihan puskesmas itu berdasar pada standar operasional pelayanan JCH. Baik dari sumber daya manusia (SDM), fasilitas sarana dan prasarana harus lengkap dan lokasinya yang strategis. Selain pemberian vaksinasi meningitis, pemeriksaan kesehatan meliputi rekam jantung, pemeriksaan fisik lengkap, laboratorium, radiologi dan memastikan kesehatan JCH siap berangkat.
“Jadi kesehatan calon jemaah haji yang ingin berangkat harus sesuai aturan,” tegasnya. Untuk JCH yang hasil kesehatan yang kurang memadai, terpaksa ditunda keberangkatannya. Contohnya, penyakit gagal ginjal kronik yang harus rutin melakukan cuci darah, kanker dengan stadium empat dan penyakit degeneratif yang parah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengungkapkan tahun 2017 lalu ada dua JCH yang kecolongan dalam pemeriksaan medis. JCH tersebut memaksa berangkat dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. “Yang rugi jemaah sendiri, kalau sakit tetap memaksa untuk berangkat,” tukasnya.
Karena itu dia meminta kepada kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) untuk menyampaikan kepada jemaahnya agar mentaati aturan yang ada. Tidak membohongi riwayat penyakit yang diderita. “Lihat dari medical record dari JCH, agar keberangkatan jemaah yang niatnya untuk ibadah berjalan dengan lancar,” harapnya.
Selain itu, tim medis yang memeriksa JCH harus lebih selektif dengan hasil kesehatan JCH. “Harus dikaji dan dianalisis kesehatan CJH agar tidak terdapat kekeliruan,” katanya. Dengan penambahan 5 puskesmas lagi yang lokasinya strategis itu, JCH dapat mendapatkan pelayanan di puskemas yang terdekat dari tempat tinggalnya. (qiw/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!