Dilimpahkan Polda Metro Jaya

Jeremy Thomas. Foto:JPG

POLDA Bali akhirnya melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penipuan penjualan vila di Bali atas tersangka Jeremy Thomas ke Polda Metro Jaya. “Statusnya sudah tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (11/8).
Pelimpahan itu berdasarkan proses transaksi yang diduga terjadi di DKI Jakarta. “Itu kan pelimpahan dari Bali. Locusnya di Jakarta,” kata perwira menengah dengan tiga melati dipundak.
Dia menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sementara ini, penyidik berupaya melengkapi berkas perkara.
“Kami lengkapi berkas dulu. Bukan bundel dari Bali langsung kami limpahin ke Kejaksaan Tinggi, tidak. Kekurangannya apa kan (dilengkapi) gitu,” jelas dia.
Sementara itu, Kasipenkum Kejati DKI Nirwan Nawawi mengatakan, dalam kasus ini, Jeremy diduga melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Nirwan menjelaskan Jeremy diduga melakukan penipuan sebesar Rp 16 miliar terkait dengan pengalihan aset Vila Kirana di Ubud, Bali.
Nirwan mengatakan SPDP Jeremy teregistrasi dengan nomor B/9127/VI/2017/Datro tertanggal 30 Juni 2017
Kasus ini berawal dari sengketa antara Jeremy dengan WN Australia Patrick Alexander terkait lahan dan bangunan vila di kawasan Ubud, Bali pada 2013.
Kasus ini pun akhirnya dimenangkan Jeremy di Pengadilan Negeri Gianyar. Namun, Polda Bali tetap melanjutkan perkara ini dan menilai Jeremy telah menimbulkan kerugian terhadap korban senilai Rp16 miliar. (mg4/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!