Diolah Jadi Minuman Kekinian

INOVASI: House of Merich di kawasan kamboja hadirkan minuman inovasi dari buah-buahan, utamanya mangga, leci dan avokad. Foto: Alfery/Sumatera ekspres

PALEMBANG  – Bubble drink dan Thailand, lagi ngehits di metropolis. Minuman ringan berasal dari buah-buahan, salah satunya mangga yang tengah membanjiri Kota Palembang.
“Salah satunya yang tengah hits, minuman mangga,” ujar Cornelia, owner House of Merich. Karenanya, Cornelia berani membuka di Palembang. Apalagi disebut di metropolis belum ada outlet minuman yang tengah hits di Jakarta itu.
Ternyata, sambung dia, minuman ini direspon positif oleh penikmat minuman dan makanan kekinian di Sumsel.  Pada weekday, outlet-nya membutuhkan 100 kg mangga. Sedangkan pada weekend bisa mencapai 200 kg. “Per hari bisa jual 200 cup,” ungkapnya.
Sejauh ini, mereka tidak pernah kehabisan bahan baku. Sebab Indonesia kaya akan buah, dipasok dari Pulau Jawa.  “Saya tinggal pesan saja dari pedagang di sana, nanti mereka kirim,” ungkap dia. Sebab, dia tidak tahu apakah ada sentra perkebunan mangga di Sumsel.
Menurutnya,     minuman jenis ini sehat untuk dikonsumsi semua usia. Dia mengklaim, topping mangga yang dihadirkan House of Merich ini terbesar di Palembang, bahkan di Indonesia.   “Satu mangga dipotong empat, sehingga konsumen yang datang itu sangat puas makan mangga,” ucapnya.
Kemudian, jusnya pun kental dan tanpa campuran. Lalu cream yang digunakan cream impor sehingga tidak eneg saat dimakan.  Lantaran tingginya antusiasme masyarakat, pihaknya pun membuka cabang di Palembang Indah Mall. “Kami juga melakukan inovasi menghadirkan menu andalan, lain berupa leci dan avokad,” katanya.
Hits-nya minuman Mango Thai, membawa keberuntungan tersendiri bagi pedagang mangga.  Hermansyah, pedagang mangga di Maskarebet yang meraup omzet hingga Rp4-5 juta per hari. “Sehari bisa jual 400 kg,” katanya.
Dia mengaku, saat ini harga mangga sangat merosot lantaran pasokan yang melimpah. Harganya bervariasi, untuk manga Indramayu seharga Rp15 ribu per dua kilogram. Mangga harum manis Bali seharga Rp10 ribu per kg. “Kualitasnya hampir sama, rasanya manis,” ujarnya.
Pasokan melimpah dari Indramayu ini sudah terjadi satu bulan lalu. Pedagang mengambil pasokan dari pasar buah jakabaring. Harganya yang murah menjadi berkah bagi pedagang jus buah. “Beberapa pembeli terdiri dari pedagang jus buah, kadang mereka beli hingga 30 kilo gram,” pungkasnya.
Sementara itu, Ahli Gizi RSMH, Yenita DCN MPH RD menerangkan, mangga merupakan buah musiman yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan zat gizi dalam 100 gram berat, yang dapat dimakan  energi = 63 kalori, protein=0,6 g, lemak=0,2 g, KH=16,4 g , kalsium =10 g, serat =0,4 g, vitamin C = 46 mg, vitamin A =185 RE, vitamin B1=0,09 cg, B2=0,07 mg.
Adapun manfaat mangga untuk kesehatan terdiri dari kandungan vitamin A , antioksidan, dan polifenol dapat mencegah kanker gastro intestinal. Adanya senyawa pektin yang dapat mengikat gulektin. “Protein yang berperan dalam pekembangan kanker dan mencegah risiko kanker usus besar, kanker prostat, kanker payudara,” katanya.
Kemudian, kandungan potasiumnya dapat mengontrol tekanan darah dan denyut jantung pada penderita hipertensi dan penyakit jantung. Kandungan vitamin C yang tinggi sebagai penangkal radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, kesehatan kulit. Serta kandungan serat larutnya membuat rasa kenyang, mencegah sembelit (konstipasi) serta melancarkan BAB.
Inovasi makanan yang berbahan dasar mangga pun beragam. Di antaranya, mangga dibuat menjadi jus, salad dan puding mangga. “Mengkonsumsi buah mangga apapun jenisnya sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena kandungan zat gizinya yang tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh,” pungkasnya. (yun/qiw/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!