Dirayakan dengan Enam Kerja Sama

DIRAYAKAN: Acara perayaan hubungan Indonesia-Jepang ke-60 yang digelar di Istana Bogor, Jumat (19/1). Foto: Fredrik Tarigan/Jawa Pos

BOGOR – Tahun ini, Indonesia dan Jepang merayakan 60 tahun hubungan bilateral kedua negara. Menindaklanjuti perayaan itu, Indonesia menginginkan sejumlah kerja sama dengan Jepang dikonkretkan. Khususnya, di bidang pembangunan sejumlah infrastruktur.
Kemarin (19/1), Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan utusan Khusus PM Jepang Toshihiro Nikai di Istana Bogor. Hadir bersama presiden Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Presiden menuturkan, sejak 1958, Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan kerja sama yang baik. November lalu, tutur Jokowi, dia bertemu dengan PM Jepang Shinzo Abe di Manila. ’’Dan saat itu saya menyampaikan agar kita cepat-cepat menyelesaikan proyek kerja sama yang telah kita sepakati,’’ ujar Jokowi.
Sedikitnya, ada enam proyek besar yang saat ini dikerjasamakan antara kedua negara. Yaitu, Pelabuhan Patimban, KA Semicepat Jakarta-Surabaya, MRT Fase 1, MRT jalur timur-barat, tol Padang-Pekanbaru, dan blok Masela.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, sejumlah proyek sudah bisa segera dikerjakan. Salah satunya, Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. ’’Patimban itu akan dimulai groundbreaking-nya di bulan Mei 2018 sehingga Maret 2019 akan soft opening,’’ urainya.
Sementara, MRT Fase 1 di Jakarta dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas akan selesai akhir tahun ini dan dioperasikan awal 2019. Sementara, untuk jalur MRT east-west, saat ini sedang dipersiapkan penetapan konsultannya.
Begitu pula dengan KA Semicepat yang sedang disiapkan feasibility studies-nya. Untuk Masela, Jepang sedang menyiapkan untuk bisa segera dimulai pengerjaannya. Sekaligus, disiapkan juga proyek-proyek perikanan di pulau terluar Indonesia, dalam hal ini Natuna dan Morotai.
Untuk tol, jalurnya akan menghubungkan Padang dengan Pekanbaru. ’’Kita ada rute baru dengan tunnel dan dengan penghubung jalannya,’’ tutur Basuki. Sementara, jalan penghubung langsung ditangani oleh PT Hutama Karya. ’’Mudah-mudahan akhir 2018 sudah bisa groundbreaking,’’ tutupnya.
Menlu Retno menambahkan, sejumlah kegiatan dihelat kemarin dan hari ini dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan bilateral kedua negara. ’’Tentunya tidak hanya hal-hal yang bersifat seremonial,’’ ujarnya seusai pertemuan. (byu/ttg/air/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!