Ditahan KPK, Bupati Halmahera Timur: Saya Enggak Terima, Politik Itu

Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan saat akan dimasukkan ke dalam Rutan KPK, Jakarta Senin (12/2)I (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Kabupaten Halmahera Timur ditahan usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam lamanya.

Saat akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya ke rumah tahanan, dia membantah menerima uang suap dari pihak yang menyuapnya.

“Enggak ada komentar ya. Mana, saya enggak terima (uang), politik itu,” kata Rudy, yang keluar sekitar pukul 19:45 WIB dengan menggunakan rompi oranye, di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2)

Selebihnya, dia enggan menanggapi pertanyaan awak media, kendati dicecar bertubi-tubi oleh awak media. Terpisah, terkait penahanan Rudy, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, Rudy akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

“Tersangka RE (Rudy Erawan) ditahan untuk 20 hari ke depan mulai hari ini (12/2) di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK,” terang Yuyuk Andriati.

Sebelumnya KPK menduga, Rudy telah menerima hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai bupati. Besaran suap yang diterima oleh Rudy sebesar Rp 6,3 miliar.

Rudy juga diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Oleh karena itu, Rudi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

(ipp/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!