Ditahan, Laonma-Ikhwanudin Kaget

419
DITAHAN: Laonma PL Tobing dan Ikhwanuddin saat masuk ke dalam mobil yang membawa keduanya ke Rutan Klas I Palembang. (foto: kris samiaji/sumeks)

PALEMBANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Palembang menolak eksepsi dari Laonma Pasindak Lumban Tobing, kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel dan Ikhwanudin (mantan kepala Badan Kesbangpol). Dua terdakwa dugaan korupsi dana hibah yang sebelumnya tidak ditahan kini dilakukan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan.

Dalam persidangan yang dimulai pukul 10.00 WIB kemarin (6/4), Ketua majelis hakim Saiman SH MH menilai kesalahan tempat yang tertulis dalam dakwaan tidak berhubungan dengan substansi. “Sementara mengenai peran dari masing-masing terdakwa sudah masuk pada materi pemeriksaan,” kata Saiman.

Untuk itu, ungkap Saiman, majelis hakim menolak eksepsi dari masing-masing terdakwa dan meminta jaksa penuntut umum (JPU) menyiapkan alat bukti. “Untuk itu para saksi yang dihadirkan nantinya diberikan namanya terlebih dahulu untuk memudahkan melakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Selain itu, untuk kepentingan pemeriksaan, majelis hakim menetapkan kedua terdakwa untuk ditahan. “Memerintahkan untuk dilakukan penahanan paling lambat 30 hari terhitung dari 6 April sampai 5 Mei 2017,” tegas Saiman.

Mendengar penetapan tersebut, kedua terdakwa nampak kaget. Hanya saja keduanya tidak memberikan reaksi dan diam. Namun, penasihat hukum kedua terdakwa mempertanyakan penetapan majelis hakim. Alasannya kedua kliennya sudah kooperatif.

Baca Juga :  Buru Pelaku, Bentuk Tiga Tim

Ketua majelis hakim menerima pendapat dari penasihat hukum kedua terdakwa. Namun, penetapan sudah dibacakan dan harus dieksekusi. “Penahanan dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan. Itu sudah menjadi penetapan hakim,” terangnya.

Usai persidangan, keduanya langsung dieksekusi oleh JPU ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Palembang. Ikhwanudin mengaku, dirinya menaati proses hukum dan siap mengikuti persidangan. “Nanti dibuktikan di persidangan. Mudah-mudahan keadilan ada pada kita,” terang Ikhwanudin saat akan masuk ke mobil yang mengantarnya ke Rutan Klas I Palembang.

Hal yang sama diungkapkan Laonma PL Tobing yang tetap mengikuti proses sidang. “Tidak kecewa. Mohon doanya saja ya kawan-kawan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Hukum, Fermana mengatakan, hasil putusan sela yang menetapkan Laonma PL Tobing ditahan akan dilaporkan ke gubernur. “Nanti akan ada pelaksana tugas atau Plt. Karena penahanan itu tentu akan mengganggu roda keuangan Provinsi Sumsel,” tukasnya.

Diketahui, dalam dakwaan, pada 2013 Pemprov Sumsel memiliki anggaran dana hibah sebesar Rp2.228.889.843.100, dan telah terealisasi sebesar Rp2.031.305.991.844. Penerima hibah tersebut salah satunya berasal dari Kesbangpol Sumsel, dimana terdakawa Ikhwanudin mengajukan beberapa proposal untuk diverifikasi. Usulan yang diajukan calon penerima hibah kepada Kesbangpol dalam melakukan verifikasi hanya sebatas administratif saja. (way/ce2)

Diskusi & Komentar

More News!