Dituding Korupsi, Kadinkes Ungkap Data

Dinkes Muratara. foto: zulkarnain sumeks.co.id

RUPIT – Dituding melakukan penyimpangan (korupsi) dana pengadaan alat kesehatan (Alkes), oleh sejumlah pihak. Dinas Kesehatan Kabupaten ‎Muratara, membeberkan data pengadaan Alkes 2017.

Mencuatnya informasi tanpa sumber yang dipublikasi ‎oleh sejumlah media online dan disebarkan ke media sosial (Medsos), mengenai tudingan korupsi dana pengadaan Alkes di periode 2017 itu membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, geram.

Kepala Dinas Kesehatan Muratara Dr Mahendra menegaskan tudingan penyimpangan terhadap dinasnya merupakan hal negatif yang dilakukan oleh sejumlah pihak untuk mencari sensasi. Bahkan pihaknya mengaku tidak pernah dikonfirmasi, oleh sejumlah media yang menerbitkan pemberitaan tersebut.

“Kami selalu terbuka untuk dikonfirmasi, tapi banyak media yang menerbitkan berita itu tidak pernah mengkonfirmasi. Seharusnya dikonfirmasi dulu, baru diberitakan,” kata Mahendra, Jumat (9/2).

Dia menegaskan, informasi yang diterbitkan oleh sejumlah media tersebut tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, banyak aitem yang dianggarkan di periode 2017 tersebut. Untuk informasi teknis mengenai rincian, dia meminta PPTK pengadaan Alkes untuk membeberkan secara detail, sehingga tidak membuat pemberitaan di media berat sebelah.

Sementara itu, Lismaini selaku PPTK Pengadaan Alkes Dinkes Muratara, menegaskan ada dua kategori penganggaran yang dilakukan di periode 2017. Diantaranya Alkes untuk rumah sakit umum daerah (RSUD) Rupit, dengan rincian Rp4,3 miliar yang diperuntukkan untuk alat dokter bedah Rp1,8 miliar, terserap Rp540 juta. Alat kedokteran gawat darurat Rp900 juta, terserap Rp551 juta, alat kesehatan ACU Rp1,5 miliar terserap Rp678 Juta.

Baca Juga :  Siap Eksekusi, Senpira tak Meletus, Akhirnya...

“Semuanya terserap sekitar Rp1,7 Milyar, sisanya tetap menjadi uang negara karena menjadi silpa. Kenapa tidak terserap seluruhnya, karena ada penurunan harga dari pihak penyedia Alkes sebelum tender yang dilakukan melalui ULP dan dilaksanakan e-Katalog. Untuk kebutuhan pengadaan sudah seluruhnya terpenuhi,” timpalnya. (cj13)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!