Dituding Melanggar Aturan, ini Klarifikasi Cawabup OKI

Qomarruzaman. foto: istimewa

KAYUAGUNG – Hasil rilis yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati OKI Nomor urut 3 H Azhari-Qomarus Qomarus Zaman (AQOR) diduga melanggar ketentuan yang ditetapkan pihak penyelenggara pemilu terkait Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) pada Senin (12/3).

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2015, sumbangan dana kampanye yang berasal dari badan hukum swasta dan partai maksimal sebesar Rp750 juta. Sedangkan sumbangan dari pihak perseorangan maksimal sebesar Rp75 juta.

Sementara berdasarkan data yang dirilis oleh Bawaslu RI pada Senin (12/3), Paslon AQOR ini mendapat dana sumbangan dari pihak swasta sebesar Rp1.640.000.000. Hal ini jelas melanggar PKPU No 8 tahun 2015.

Ketua Panwaslu OKI M Fahrudin SH mengatakan bahwa pihaknya belum menerima pentujuk dari Bawaslu RI terkait tindak lanjut mengenai dugaan pelanggaran tersebut.

“Menurut pernyataan Bawaslu, itu kan baru potensi, nanti akan kami klarifikasi dengan paslon,” kata Fahrudin.

Calon Wakil Bupati OKI , H Qomarus Zaman mengungkapkan, bantuan dana dari pihak swasta tersebut bukanlah bantuan dari satu perusahaan, melainkan 4 perusahaan.

“Karena Pak Azhari merupakan pengusaha, jadi dia mendapat bantuan dari teman-temannya,” tegasnya. (uni)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!