Divonis 8 Tahun, Keluarga Mengamuk

NGAMUK: Keluarga terdakwa ngamuk setelah mendengar vonis majelis hakim, kamis (25/1). Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Tidak terima sudah divonis selama 8 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Bagus Irawan SH, eluarga terdakwa, Rian Novriansyah (terdakwa I), Okta Verdiato (terdakwa II), Aldo Arianwansyah (terdakwa III) dan Sukarman (terdakwa IV) yang awalnya tenang mendadak ricuh.

Bahkan usai membacakan vonis, keluarga terdakwa yang sudah menunggu sejak pagi langsung bereaksi dan langsung meneriakkan hakim tidak adil.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 76 UU Perlindungan Anak,” kata Bagus Irawan saat membacakan putusanya di PN Palembang, Kamis (25/1).

Belum sempat melanjutkan perkataannya tersebut, tanpa dikomando, massa tadi langsung mencoba merangsek dan menerobos pagar pembatas yang ada di dalam ruang sidang. Bahkan puluhan polisi yang menjaga persidangan kasus dugaan pembunuhan terhadap korban M Alfaridzi (17) salahsatu suporter dari SFC tersebut, tidak mampu mencegah massa tadi.

“ Pak hakim tidak adil. Masa keluarga kami yang tidak bersalah dihukum seberat ini, seharusnya hakim punya hati nurani. Apalagi keluarga kami ini tidak bersalah dan bukan mereka ini pelakunya. Saya jamin, mereka ini tidak bersalah,” terang wanita paruh baya yang mengenakan baju warna merah muda tersebut.

Tidak puas melampiaskan emosi di dalam ruang sidang, masaa ini langsung berhamburan ke depan pagar pengadilan untuk memblokade pintu tempat keluar masuk kendaran tahanan ataupun jaksa dan hakim. Walaupun sempat dicegah dan ditenangkan oleh polisi, massa bukannya mereda malah tambah berteriak. (afi)

Baca Juga :  Bunuh Abi, Danu Divonis 9 Tahun

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (26/1). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!