Dorong Perluasan Layanan Keuangan ke Pelosok

5291
RESMI: Muliaman (kiri) dan Alex Noerdin potong pita tanda peresmian gedung baru OJK Regional 7 Sumbagsel, kemarin. Foto: M Hatta/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dorong terus tingkatkan inklusi keuangan lewat program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Kepala OJK Pusat, Muliaman D. Hadad mengatakan, inklusi keuangan didaerah merupakan bahasan keuangan yang harus jadi agenda penting. Tujuannya, agar keuangan mudah dipahami. Lalu, yang menghambat itu apa dan tidak bisa diselesiakkan oleh lembaga keuangan saja, tapi pihak lainnya, seperti bank, akademisi, dewan dan lainnya.
“Dengan begitu, semoga persoalan mengenai inklusi keuangan bisa diambil langkah-langkah konkrit. Apalagi jika ada tim untuk ini di daerah,” terangnya usai peresmian Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel di Jln Residen Abdul Rozak No 99 Palembang, kemarin (4/4).
Dalam peningkatan inklusi keuangan, salah satunya bank tanpa kantor dan keberadaan mereka diwakili oleh agen atau toko-toko yang tersebar di daerah. “Saat ini ada 300 ribu agen diseluruh indonesia dan 3 tahun kedepan disasar 1 juta,” jelasnya.
Sedangkan untuk di Sumsel, bisa menjadi provinsi terdepan yang mendukung akses bank kepelosok-pelosok. Sebab, masalah yang utama dalam inklusi keuangan salah satunya karena akses. “Kami tetapkan peraturan tetap dan pengawasan tetap di OJK,” katanya.
Sementara itu, Peresmian ini dihadiri langsung Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, para pimpinan perbankan dan juga para akademisi. Dimana Acara peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita.
Pada kesempatan itu, Kepala OJK Regional 7, Panca Hadi Suyatno mengatakan sudah per 1 Juni 2016 gedung ini sudah di tempati. “Kami akan lebih bersinergi dalam meningkatkan pelayanan, khususnya dalam hubungannya dengan jasa keuangan,” tambah nya.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, mengatakan kondisi ekonomi Sumsel sangat kuat. “Kita harap peningkatan alokasi Penyaluran Kredit Usaha rakyat yang bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Karena Sumsel sedang mbangun infrastuktur,” tandasnya. (Cj10)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!