Dosen & Mahasiswa Zaman Now

Mahasiswa merupakan orang-orang yang terdidik dan memiliki tempat tersendiri dalam hati masyarakat. Mahasiswa disebut agent of change atau agen perubahan, karena memiliki kekuatan sebagai insan-insan yang berdiri di garda terdepan dalam melakukan perubahan yang baik bagi masyarakat.
Mahasiswa juga berfungsi sebagai social control atau kontrol sosial yang dapat menjadi penengah antara pemerintah dan masyarakat, juga sebagai penyampai inspirasi masyarakat. Untuk merealisasikan fungsi-fungsi tersebut, mahasiswa tentunya harus memiliki sense of crisis, yaitu kepekaan dalam memahami lingkungannya. Kepekaan mahasiswa semakin tersah di era global ini yang memiliki segenap kompleksitas, baik sisi negatif maupun sisi positifnya.
Banyak kemudahan yang didapat mahasiswa karena dampak globalisasi. Misalnya, mendapatkan sumber-sumber bacaan menjadi semakin mudah, sehingga tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh dosen menjadi terasa lebih gampang. Komunikasi antar teman pun semakin cepat dan dinamis, karena kecanggihan alat komunikasi. Bahkan untuk berkomunikasi atau berkonsultasi dengan dosen, sekarang sudah banyak pilihannya. Inilah beberapa kebaikan yang merupakan dampak positif dari globalisasi pada kehidupan mahasiswa zaman now.
Globalisasi vs Erosi Sikap
Tidak dapat dipungkiri bahwa pergeseran paradigma belajar dari teacher centered menjadi student centered membawa dampak positif sekaligus negatif. Dampak positifnya tentu tidak diragukan lagi. Dengan menjadikan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered), maka dominasi guru/dosen semakin berkurang, dan keaktivan belajar siswa/mahasiswa akan meningkat. Semangat belajar juga semakin meningkat, sehingga membawa kemajuan pada hasil belajar siswa/mahasiswa.
Sementara itu, di sisi lain ada satu dampak penyerta dari bergesernya paradigma belajar ini. Jika dulu, pada era teacher centered, guru/dosen dianggap satu-satunya sumber belajar, sehingga karenanya guru atau dosen menjadi sangat dihargai dan dihormati oleh siswa atau mahasiswanya, maka di era now semuanya ikut berubah. Guru dan dosen bukan lagi sumber belajar yang utama. Sebab keduanya bisa digantikan oleh internet atau mbah google.
Seiring dengan itu, sikap mahasiswa zaman now pun berubah kepada dosennya. Disadari atau pun tidak, erosi sikap itu mulai terjadi. Mulai dari cara mengirimkan pesan kepada dosen yang kurang mengindahkan etika, sampai cara bersikap di dalam kelas. Globalisasi mulai membawa dampak pada erosi sikap mahasiswa kepada dosennya. Kehadiran dosen dianggap kurang penting, kurang bermakna karena belajar dapat dilakukan di mana saja, ada atau pun tanpa dosen.
Tugas Dosen Sebagai Pendidik Tak Tergerus Zaman
Sebagai pendidik, dosen adalah unsur penting yang tidak dapat digantikan dengan internet. Internet adalah benda mati yang pemanfaatannya harus dilakukan dengan tepat dan bijaksana. Sementara itu, mahasiswa zaman now adalah generasi muda harapan bangsa yang kesehariannya tidak dapat dipisahkan dari internet. Namun, ada sisi lain dari dosen yang tidak bisa didapat mahasiswa zaman now dari internet. Sisi lain itu adalah pembentukan karakter atau sikap (akhlak).
Internet tidak memiliki ruh yang dapat menularkan sikap baik pada mahasiswa. Ia hanyalah laksana pisau yang harus digunakan secara tepat dan bijaksana. Jika penggunaannya tidak tepat dan bijaksana, maka yang akan terjadi bukan kebaikan tetapi justeru keburukan. Untuk itu, dosen harus selalu mengarahkan mahasiswanya agar selalu memanfaatkan internet dengan tepat, baik dan bijaksana. Dosen dan mahasiswa sejatinya harus bersinergi di zaman now ini. Sinergi dalam memanfaatkan globalisasi, juga sinergi dalam melawan dampak negarif arus globalisasi. Jadi, tidak ada alasan untuk mengatakan mahasiswa zaman now tidak membutuhkan dosen lagi. Justeru dosen selalu dibutuhkan oleh mahasiswa zaman now sebagai sosok teladan yang mampu memberi semangat, motivasi dan contoh-contoh kebaikan. Sebab tugas dosen bukan hanya transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value. (*)

Oleh: Fitri Oviyanti
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Fatah Palembang

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!