Dua Bulan Nikmati Tol Gratis

TINJAU : Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan beberapa pejabat pemerintah meninjau gerbang pintu Tol Palindra yang sudah selesai dibangun, kemarin. Foto : ALFERY/SUMEKS

PALEMBANG – Upaya pemerintah pusat menghubungkan semua provinsi, khususnya di Sumatera dengan jalan tol bertahap terwujud. Kemarin (12/10), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan penggunaan tol Palembang-Inderalaya (Palindra) seksi 1. Yang diresmikan, ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer (km).
Kedatangannya ke Palembang tak sendiri. Sejumlah menteri ikut serta. Di antaranya Mensesneg Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Suwandi, dan Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengungkapkan, dia dan jajarannya mendorong percepatan pengerjaan infrastruktur. Khususnya jalan tol di seluruh wilayah Indonesia. “Tol ini akan memperkuat fondasi Indonesia dalam kompetisi di tingkat global,” kata Jokowi. Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, maka kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan cepat dan baik.
Diungkap Presiden, sudah empat kali dia meninjau pengerjaan jalan tol Palindra. Semuanya bukan tanpa maksud. Pada setiap ruas tol pasti ada persoalan. Tol Palindra dengan medan rawa-rawa termasuk yang berat dalam pengerjaan konstruksinya.
Pada kunjungan sebelumnya, Presiden mendengar ada masalah pembebasan lahan. “Tapi saat ini dari laporan Menteri BUMN, persoalan tersebut sudah selesai. Bahkan, kini seksi 2 dan 3 sudah masuk tahap konstruksi,” ungkap Jokowi. Tidak ada maksud lain dari intensnya dia meninjau megaproyek senilai triliunan rupiah itu.
“Harapan lain, secepatnya seluruh daerah terhubung,” cetus Jokowi. Pada peresmian itu, Presiden meminta pengguna jalan tol seksi 1 yang membentang dari Desa Pegayut hingga akses Pemulutan bisa dibebaskan dulu dari tarif. “Saya minta supaya ini dilihat dan dinikmati oleh masyarakat di awal-awal ini sampai akhir tahun. Tolong jangan dipungut dulu. Cuma dua bulan,” imbuhnya.
Di bawah guyuran gerimis, Presiden dan para menteri meninjau fisik jalan tol Palindra seksi 1. Jokowi usai menandatangani prasasti peresmian penggunaan jalan tol Palindra seksi 1 itu sempat guyon menanggapi pernyataan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin kalau tol ini sangat didambakan warga Sumsel sejak zaman penjajahan. “Saya ndak percaya, masak sejak zaman Belanda,” selorohnya.
Sebelum itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya menyatakan, atas nama 8 juta warga Sumsel, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mewujudkan jalan tol Palindra ini.
Pantauan koran ini, Presiden Jokowi beserta rombongan tiba sekitar pukul 17.37 WIB di tol Palindra. Kedatangannya merupakan rangkaian kunjungan kerja selama dua hari ke Provinsi Sumsel. Hari ini, rencananya dia bakal bertolak menuju Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba untuk melaksanakan replanting tanaman sawit.
Tampak hadir dalam acara peresmian penggunaan jalan tol Palindra Seksi 1 itu antara lain, Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam, Wali Kota Palembang H Harnojoyo dan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel,
Hasil uji kelaikan yang dilakukan tim teknis dari Kementerian PU dan Korlantas Polri, ruas tol seksi 1 sudah memenuhi persyaratan. Namun ada beberapa hal yang butuh perbaikan. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Herry T Zuna.
“Terhitung sejak diresmikan hari ini, bakal diuji coba selama satu bulan tanpa dikenakan tarif tol yang hingga kini masih dalam tahap perhitungan nilai keekonomisannya,” sebut Hary. Tarif nantinya disesuaikan kemampuan masyatakat.
Selain ruas tol Palindra sedang dikerjakan ruas tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) sepanjang 112 km. Progresnya saat ini baru 2 km. Pimpinan proyek jalan tol Palindra PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo, mengatakan, saat ini progres secara keseluruhan tol Palindra sudah mencapai 68,257 persen.
Rincian, seksi I 93,278 persen, lalu seksi II sekitar 26,270 persen dan seksi III sekitar 83,139 persen. “Iya, seksi II progres paling lambat,” katanya. Hasan menjelaskan, seksi I jalan tol semua sudah siap. Dua jalurnya bisa dilalui kendaraan. Fasilitas pendukung pun baik listrik, rambu-rambu, marka jalan dan lainnya pun sudah rampung. Kondisi ini pun berlaku sama untuk seksi III. “Paling yang belum hanya perapian jalan,” katanya.
Hasan mengatakan, seksi II (ruas Pemulutan-KTM Rambutan) tergolong lambat karena kendala pembangunan tol ini pada lahan yang baru rampung. Saat ini progresnya baru mencapai 17 persen untuk jarak jalan sepanjang 5 kilometer. Saat ini, kata dia, hampir 100 persen lahan di pembangunan proyek tol Palindra sudah selesai. Sempat molor karena kendala pembebasan lahan.
Sejauh ini, kata dia pengerjaan untuk seksi 1 dan seksi III tinggal perapian dan melengkapi berbagai fasilitas yang belum. Di seksi 3 sedang dibangun akses menuju pintu keluar jalan tol di KTM Rambutan. Panjangnya sekitar 1 kilometer, lebih pendek dari akses pintu keluar jalan tol di Pemulutan yang mencapai 1,5 kilometer.
Sekarang sedang dalam tahap pembuatan jalan kerja dan timbunan tanah pengisi. “Selesainya ditargetkan sebelum Desember 2017, ya paling tidak Oktober,” kata dia. Sedangkan seksi 2 cukup banyak mulai dari penimbunan, vakum, pengaspalan, aspal dan pengerjana lainnya. Khusus daerah rawan yang terdapat SUTT, akan menggunakan metode khusus yakni menggunakan metode cermaton (cerucuk matras beton).
Cara ini dilakukan agar tidak terjadi penurunan jalan (amblas) di akses pintu keluar seksi II dimana terdapat SUTT. “Ini metode baru. Kita tidak ingin insiden jalan amblas kembali terjadi. Sehingga kita upayakan metode baru,” tandas Hasan.
Mekanismenya, kata dia, setelah ruas jalan diceruk (digali) dan ditimbun, maka akan ditanam tiang pancang ukuran kecil. Kemudian dipasang matras beton dan dibangun jalan. “Rencana pengerjaan sistem ini akan dilakukan pada tahun bulan depan (Oktober, red),” tukasnya.
Diketahui, Tol Palindra seksi 1 yang membentang dari Desa Pegayut hingga akses Pemulutan, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) memiliki panjang 7,5 km memiliki sejumlah fasilitas.
Fasilitas di pintu gerbang tol seksi 1 yakni tol operator, palang pintu, lampu penerangan, tol booth, closed circuit television (CCTV) dan customer display payment (CDP) yang telah dilengkapi air conditioning (AC). ”Ada tiga pintu masuk dan empat pintu keluar. Semua sudah lengkap, tinggal operasional saja,” ujar petugas penjaga pintu tol, Riko.
Usai meresmikan penggunaan seksi I tol Palindra, sekitar pukul 19.30 WIB, Presiden mampir ke PTC Mall. Kehadirannya membuat heboh pengunjung yang langsung “menyerbu” untuk foto bersama maupun wefie. Tampak anggota Paspampres berjibaku mengamankan sang Presiden. (kms/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!