Dua Kurir Narkoba Terjebak

EKSPOSE: Dua kurir sabu dengan tangan terborgol dihadirkan dalam ekspose kasus di Mapolsek Plaju, kemarin. Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Sabu-sabu seberat 53,26 gram dengan nilai sekitar Rp50 juta gagal beredar di wilayah Plaju. Dua kurirnya, Alfani (33) dan Ariansyah (28), warga Jl KH Azhari, Kecamatan Seberang Ulu II, diringkus petugas, 1 Februari, pukul 17.10 WIB.
Penangkapan oleh tim Buser Polsek Plaju ini berlangsung di Jl DI Panjaitan, Gang Adil, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju. Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba.
Berbekal informasi berharga itu, tim Buser Polsek Plaju mulai melakukan penyelidikan. Menyamar jadi pembeli (undercover buy), petugas lalu menjalin komunikasi dengan D, yang diduga seorang bandar narkoba.
Akhirnya, disepakati transaksi dilakukan di Gang Adil, Plaju Ulu. “Cukup alot untuk bisa meyakinkan baik bandar maupun kurir agar mau bertransaksi. Setelah sepakat harga, baru janjian ketemu di tempat itu,” beber Kapolsek Plaju, AKP Rizka Apriyanti, kemarin.
Petugas lalu mengatur siasat. Lokasi transaksi pun dikepung. Begitu kedua tersangka datang membawa narkoba yang dijanjikan, mereka langsung disergap. Tak ada perlawanan. Dari mereka, disita 53,26 gram sabu-sabu yang digantung di stang sepeda motor dalam kondisi berbalut lakban.
Petugas juga mengamankan motor Vixion BG 5065 JAL, kendaraan kedua tersangka saat mendatangi lokasi. Dari pengakuan Alfani, dia diminta D untuk mengantarkan sabu-sabu itu ke pembeli dengan upah Rp2 juta.
“Saya sudah sebulan ini kenal D, jadi disuruhnya mengantar barang ini,” ungkapnya. Tersangka mengaku tidak tahu dan menduga kalau yang memesan adalah polisi yang melakukan penyamaran.
“Kalau tahu, pasti saya tidak mau Pak,” cetusnya. Dalam penyelidikan, terungkap kalau tersangka merupakan residivis kasus yang sama. Dia pernah mendekam di Rutan Pakjo Palembang pada 2015 selama 2,5 tahun.
Sementara, tersangka Ardiansyah, mengaku hanya kurir. Jika berhasil bersama Alfani mengantarkan pesanan sabu itu, dia akan mendapatkan upah Rp5 juta. ”Saya terpaksa melakukan ini karena tidak ada pekerjaan,” ungkap Ardiansyah yang juga residivis kasus narkoba. Dia pernah mendekam di Rutan Merdeka pada 2002 selama setahun. (kms/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!