Duta Larangan Merokok Keliling Bawa Ember

SHELTER: Shelter smoking area yang sudah disiapkan AP II. Foto: Kiki/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – PT Angkasa Pura II terus mengatasi asap rokok di arealnya. Tak hanya spanduk dilarang merokok, BUMN pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang itu juga menobatkan Duta Larangan Merokok.
“Duta untuk larangan merokok ini dari pegawai customer service kami,” ujar General Manager PT AP II Palembang, kemarin (25/10). Diakuinya, mengatasi larangan merokok bukanlah perkara mudah karena sudah menjadi kebiasaan dari sebagian masyarakat.
Tak hanya penjemput atau pengantar, pengguna jasa juga masih ada yang tidak memperhatikan tulisan bukan tempat merokok. Hal ini terus diabaikan, lanjut Iskandar, sehingga pihaknya terus mensosiasilasi larangan merokok khususnya di terminal.
“Keberadaan duta inilah yang menegur perokok di bandara,” tegasnya. Bahkan, komitmen semua pegawai yang melihat orang merokok di bukan tempatnya dapat menegurnya. Di bandara, menurut Iskandar bukannya tidak diperbolehkan merokok, namun memang ada titik yang bebas asap rokok.
Karena itu, pihaknya membuat shelter atau pojok smoking area. “Bagi yang ingin merokok kami arahkan ke tempat yang sudah kami sediakan,” terangnya. Di sana, tentunya sudah ada fasilitas bangku tempat bersantai dan outlet makanan seperti layaknya nongkrong di bandara. Dengan adanya shelter, terminal bebas asap rokok dan lebih terlihat bersih dari puntung rokok.
Salah seorang Duta Larangan Merokok, Adhe Ayu Putri, mengatakan, setiap hari masih ada pengunjung merokok di tempat yang bukan semestinya. Seperti di terminal. “Baik penjemput atau pengguna jasa,” katanya.
Inilah yang menjadi tugas para duta. Memantau dengan cara keliling ke area terminal yang bebas asap rokok. Bahkan, para duta membawa asbak ukuran besar sebagai tempat sampah puntung rokok. “Jadi, kami keliling bawa ember sebagai asbaknya,” bebernya.
Selain ditegur, tambah Adhe, perokok yang ditemui bukan pada tempatnya, akan diarahkan ke smoking area yang sudah disediakan. “Tak henti-hentinya kami mensosialisasikan larangan merokok di terminal,” tuturnya. Dan ini, perlu juga kesadaran dari perokok itu sendiri. (qiw/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!