Ekonomi Melemah, Jumlah Masyarakat Miskin Bertambah

Warga yang terpaksa memilih menjadi buruh kasar. Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MURATARA-Imbas harga komoditas perkebunan yang melemah di awal 2017, menambah jumlah penduduk miskin di wilayah ibu kota Kabupaten Muratara. Masyarakat mengaku, saat ini susah mendapat lapangan pekerjaan sedangkan komoditas perkebunan, khususnya karet tidak bisa diandalkan lagi.

Wahidin (42) warga Keluruhan Rupit, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, menuturkan, saat ini harga karet berkisar Rp6 ribu/kg, sedangkan dalam tiga hari petani baru bisa menjual hasil sadapan dengan kisaran 35 kg, dengan penghasilan rata-rata Rp120 ribu/tiga hari.

“Wajar banyak warga miskin karena penghasilan tidak sesuai dengan pengeluaran. Kita minta ada perhatian khusus dari pemerintah bagi petani khususnya ‎petani karet,” katanya, Senin (11/9).

Warga mengaku minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia, cukup berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Daerah Otonomi Baru (DOB) ini, setidaknya dengan ketersediaan lapangan pekerjaan warga masih bisa beralih ke sektor pekerjaan lain yang bisa diandalkan. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (12/9). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!