Ekspektasi Lebih Besar

Christina Heni Larita. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Tim basket putri SMAN 1 Prabumulih kembali mengulangi sukses musim lalu dengan masuk final Honda DBL South Sumatera Series 2017. Namun untuk final party kali ini, tim Smansa (julukan tim SMAN 1 Prabumulih) ingin mengangkat trofi piala Honda DBL.

Namun, perjuangan untuk meraih gelar liga basket antarpelajar terbesar tidak mudah. Mengingat lawan yang akan dihadapi adalah tim SMAN 14 Palembang yang membuat kejutan masuk final di tahun ini.

Kapten tim SMAN 1 Prabumulih, Christina Heni Larita T mengatakan, final party tentu berbeda dengan babak penyisihan. Ekspektasi pertandingan final ini akan lebih besar sehingga timnya harus tampil percaya diri. “Siapa pun lawannya kami tetap memiliki motto now or never. Artinya sekarang juara atau tidak pernah sama sekali. Ini sebagai penyemangat bagi tim kami yang datang jauh dari Prabumulih,” ujar Christina.

Menurutnya, dari awal fase penyisihan hingga babak semifinal Honda DBl, tim lawan yang dihadapi semakin kuat. Pada laga awal, timnya sempat menang telak 28-3 atas tim basket putri SMAN 2 Palembang. Namun di babak semifinal timnya cukup direpotkan permainan SMAN 2 Lahat dan menang 46-22. “Kami akan meningkatkan kerja sama dan kekompakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Reward Khusus Wali Kota

Pelatih tim basket putri SMAN 1 Prabumulih, Julistino mengakui keberhasilan timnya melaju dalam final party Honda DBL South Sumatera Series 2017 ini adalah buah dari hasil latihan rutin yang dilakukan selama ini. “Kita memang sudah melakukan persiapan sejak tahun kemarin untuk menyambut Honda DBL,” ujar Julistino.

Untuk pertandingan final melawan SMAN 14 Palembang, dirinya akan melakukan evaluasi tim. “Kita sudah bagus, cuma akan ditingkatkan lagi chemistry antarpemain di lapangan supaya hasil lebih maksimal lagi. Kita juga berharap agar pemain lebih rileks saat bertanding,” jelas Julistino.

Selain itu, yang menjadi fokus saat lawan SMAN 14 Palembang adalah mental anak asuhnya. “Melawan SMAN 14 Palembang pasti adalah laga yang berat. Akan ada banyak tekanan di laga nanti, maka pemain harus bisa tenang dan menguasai pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, tim basket putri SMAN 14 Palembang berhak masuk final setelah di babak semifinal menang atas SMA Methodist 1 Palembang dengan skor ketat 80-65.
Dalam laga semifinal lalu, SMAN 14 Palembang sempat tertinggal angka dari SMA Methodist 1 Palembang 24-30 di kuarter pertama. Namun berkat kegigihan, akhirnya bisa membalikkan keadaan.

Rizki, coach tim basket putri SMAN 14 Palembang mengatakan, saat final party melawan SMAN 1 Prabumulih dirinya menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap tenang meski akan mendapat tekanan tim lawan. “Tetap kompak dan mengutamakan kerja sama tim, tak akan banyak perubahan dalam susunan pemain,” ujar Rizki.
Nurlina, pemain tim basket SMAN 14 Palembang mengakui dirinya mendapat support dan dukungan dari sang pacar selama event Honda DBL ini. “Ya, pacar selalu support dan nonton langsung selama pertandingan,” ujar cewek berjilbab ini tersipu malu.

Baca Juga :  Waspada Tim Kejutan

Sang pacar merupakan masih satu teman sekelasnya di kelas XI IPS 1. Malahan, usai pertandingan, sang pacar sering menjemputnya pulang pada malam hari dengan menggunakan motor. “Aku tambah semangat bertanding,” jelasnya.

Sementara itu, sang kapten SMAN 14 Palembang Elly Roza mengakui meski dirinya mengalami sedikit memar di kaki bagian kiri, dia akan tetap tampil ngotot di final.”Ya, ini masih bengkak akibat sempat jatuh waktu tanding, tapi masih bisa move on,” jelas Elly.

Fitria, pemain andalan SMAN 14 Palembang, mengaku selama event DBL berlangsung orang tuanya selalu datang menyaksikan langsung di PSCC. “Yang dukung orang tua dan teman-teman. Kalau saya gak pacaran,” terangnya. (roz/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!