Empat Tahun Tak Digunakan

TAK TERPAKAI: Dua ruang kelas SDN 162 Palembang tak terpakai sejak empat tahun terakhir karena rusak parah dan banyak kayu yang keropos butuh perbaikan. Foto: Neni/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – SDN 162 Palembang sangat memprihatinkan. Dua kelas milik sekolah yang terletak di Jl R Soekamto ini tidak digunakan untuk proses belajar mengajar karena rusak sejak empat tahun terakhir. Atap rusak, dinding amblas, dan lantai kayu banyak yang copot.
Saat dikonfirmasi, kepala SDN 162 membenarkan kondisi tersebut. Namun, dirinya mengungkapkan akan segera diperbaiki karena Pemerintah Kota Palembang sudah menganggarkan dan bakal merehab dua ruangan tersebut. “Rencananya Februari 2018 nanti, Disdik Kota Palembang akan segera memperbaiki ruang kelas tersebut,” ujar Kepala SDN 162 Palembang, Farida Nurhayati, melalui Wakil Kepala SDN 162 Palembang, Oktavianus, kemarin (20/12).
Ia mengatakan, saat musim hujan seperti sekarang, beberapa kelas dan lokal guru pasti tergenang. ”Lokasi sekolah kita ini terletak di atas rawa, penduduk yang padat, dan akses jalan juga hanya bisa dilewati oleh sepeda motor,” lanjutnya.
Dengan lebar jalan yang hanya satu meter, lanjutnya, untuk pembangunan, memang sangat kesulitan. Sebab, dari 13 lokal kelas yang ada, hanya 11 lokal bisa dipakai. “Banjir sudah bukan hal aneh lagi. Bahkan, bisa mencapai mata kaki atau lutut orang dewasa jika hujan lebat. Sumber air datang dari bendungan yang berada di samping sekolah,” sambungnya lagi.
Mengenai rencana pembangunan dan perbaikan dari Disdik Kota Palembang, menurutnya, secara teknis belum tahu. “Kita baru dengar rencananya ada empat lokal akan segera dibangun. Sebab, bangunan sebagian besar dari kayu,” lanjutnya.
Dijelaskan, sebelum dilakukan re-grupping, ada dua sekolah. Namun, sekarang sudah menyatu dengan jumlah siswa 268 orang. ”Karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk menampung banyak siswa, makanya kita hanya terima dua lokal tiap tahun,” tuturnya.
Yuliani dan Lutfi, murid kelas IV B mengakui, saat hujan, air masuk kelas. “Kalau banjir sudah masuk kelas, pastinya kami jadi tidak nyaman, apalagi dengan kondisi yang kayu banyak lapuk, kami jadi takut,” keluhnya.
Sementara itu, Drs H Nasikun MM, penanggung jawab bangunan SD sekligus kepala Sub-Bagian Perencanaan dan Pelaporan Disdik Kota Palembang, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan terkait kondisi sekolah tersebut. “Tim sudah melakukan peninjauan. Setelah ditinjau, memang akses jalan masuk hingga kondisi bangunan, butuh sentuhan. Namun, perlu dana cukup besar. Mengingat, dana terbatas, makanya baru bisa dilakukan 2018 nanti,” jelasnya.
Sebelumnya, Nasikun menjelaskan, pada 2017, Disdik Kota Palembang merealisasikan 42 sekolah, baik SD maupun SMP dengan skala prioritas sekolah yang dianggap darurat dalam pembangunan. “Kalau ditanya sekolah mana dapat prioritas, yang jelas, paling banyak SD negeri di Kecamatan Kertapati dan sekolah yang berada di rawa-rawa,” ungkapnya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!