Fotografer Palsu Perkosa 2 Model Dibawah Umur

SURABAYA – Polisi menangkap Aditya Fernanda (20) , fotografer palsu yang memerkosa dua anak di bawah umur hingga berkali-kali.

Modusnya, pelaku mengaku sebagai fotografer yang menawarkan pemotretan untuk model dan mendapatkan fee.

Petualangan bejat Aditya berakhir setelah korban melapor ke polisi. Pelaku yang sempat buron ditangkap anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak di rumah pamannya di Lumajang.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan seorang korban pada 21 Agustus lalu. Dia mengaku sebagai korban penipuan dan pemerkosaan.

“Dia masih di bawah umur,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Polisi kemudian meminta bantuan wartawan untuk menyebar ciri-ciri pelaku melalui pemberitaan.

Salah satunya dengan menyebar akun Instagram yang digunakan pelaku untuk menggaet korban.

Polisi berhasil menangkap pelaku di rumah pamannya di Lumajang pada Senin (10/9). Saat itu dia masih tertidur.

Kepada petugas, Aditya langsung mengakui perbuatannya. Dia menggaet korban dengan berpura-pura menjadi fotografer yang seolah-olah sedang mencari model.

Pencarian itu dilakukan dengan memajang pengumuman di akun Instagram. Ketika ada yang tertarik, dia mengirim pesan kepada calon korban dan menawarkan pemotretan.

Biasanya, dia menyasar anak di bawah umur sebagai korban. Agar calon korban tidak curiga, pelaku berpura-pura menawar tarif jasa sebagai model untuk setiap sesi pemotretan. Korban pun kemudian tertarik.

“Saya janjikan fee,” kata Aditya. Biasanya, pelaku membutuhkan waktu seminggu untuk merayu calon korban.

Calon korban yang tertarik kemudian dimintai nomor telepon. Selanjutnya, komunikasi berlanjut melalui sambungan seluler.

“Saya jemput di rumahnya,” tambah Aditya.

Pelaku juga rela merental sebuah mobil setiap kali menjemput korban. Korban kemudian diajak keliling-keliling terlebih dahulu.

Tujuannya, mencari lokasi yang dianggap aman untuk melancarkan aksi bejatnya.

Setiba di lokasi pemotretan, korban kemudian diancam dengan menggunakan senjata tajam. Dia dipaksa melayani nafsu Aditya.

Korban tidak berani melawan. Parahnya, korban pertama diperkosa empat kali selama satu jam.

Aditya mengaku terpaksa melakukan pemerkosaan lantaran tidak bisa menahan hasrat seksnya. Apalagi, dia sering menonton film porno.

Dia juga menggunakan berbagai cara untuk menambah stamina saat memerkosa. “Saya makan permen penambah stamina,” jelas Adit.

Pelaku sebenarnya sudah beristri dengan dua orang anak. Tapi dia masih mencari sasaran pelampiasan nafsu bejatnya. (yon/c10/eko/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!