Ganda Campuran Sisakan Tontowi/Liliyana

158
Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad. Foto:PBSI for Sumeks

KUCHING – Tiga pasangan ganda campuran Indonesia mengalami nasib berbeda di babak kedua Malaysia Terbuka Superseries Pemier 2017. Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi satu-satunya yang lolos ke perempat final.
Sementara itu, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Debby Susanto harus menunda impian untuk terus melaju ke babak berikutnya. Langkah mereka terhenti di babak kedua.
Menariknya, lolosnya Tontowi/Liliyana ke perempat final tak perlu mengeluarkan keringat. Pasalnya, lawan mereka yakni pasangan dari Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt, memutuskan tidak bertanding atau walkover.
Belum diketahui secara jelas penyebab Kim/Line gagal tampil. Hanya saja, sebelum berpasangan dengan Line, Kim baru saja tampil di ganda putra. Berpasangan dengan Anders Skaarup Rasmussen, mereka dikalahkan pasangan ganda putra Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.
Tontowi/Liliyana diharapkan terus melaju ke babak berikutnya karena menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang masih tersisa. Selain itu, tentunya mereka ingin bisa mempertahankan gelar juara yang direbutnya di ajang yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Edi/Gloria dikalahkan pasangan dari Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah dengan tiga set. Edi/Gloria kalah 21-16, 17-21, dan, 14-21. Sedangkan Praveen/Debby yang merupakan unggulan keenam di ajang ini secara mengejutkan kalah dari pasangan Korea Selatan, Solgyu Choi/Chae Yoo Jung.
Di sisi lain hasil undian ganda putri Malaysia Open Super Series Premier 2017 memang kurang menguntungkan untuk Indonesia. Kedua wakil Indonesia harus dihadapkan dengan pemain unggulan pertama dan kedua di babak awal.
Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari sudah harus bertemu unggulan kedua yang juga peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, asal Denmark.
Dalam laga yang berlangsung di Stadium Perpaduan, Della/Rosyita dikalahkan dua game langsung dengan skor 17-21, 13-21. Selang satu pertandingan kemudian di lapangan yang sama, giliran Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi yang dihadang unggulan pertama dari Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 17-21, 22-24.
Meskipun kalah, Anggia/Ketut tampil cukup baik dan beberapa kali punya peluang untuk memenangkan pertandingan, namun lawan yang merupakan peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini masih terlalu tangguh untuk mereka.
“Secara keseluruhan, penampilan Della/Rosyita nggak seperti biasanya, banyak error, pasif dan kurang inisiatif. Ada faktor X yang membuat Della/Rosyita tidak maksimal. Akan jadi evaluasi buat Della/Rosyita, kalau lagi tidak enak situasinya harus bagaimana cari jalan keluarnya?” jelas Eng Hian, kepala pelatih ganda putri PBSI. (epr/jpg/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!